Pastikan Kualitas dan Buku Cerita Anak Dwibahasa Hasil Terjemahan Tahun 2025, Balai Bahasa Provinsi NTB Lakulan Uji Keterbacaan di Kabupaten Lombok Barat
Pastikan Kualitas dan Buku Cerita Anak Dwibahasa Hasil Terjemahan Tahun 2025, Balai Bahasa Provinsi NTB Lakulan Uji Keterbacaan di Kabupaten Lombok Barat
Lombok Barat, 27 September 2025--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak Dwibahasa Hasil Terjemahan Tahun 2025 di SDN 4 Gerung Utara, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa dan 5 guru yang menjadi peserta sekaligus pendamping dalam proses uji coba keterbacaan bahan bacaan anak.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan mutu buku cerita anak yang sedang disusun. “Kami ingin buku-buku ini tidak hanya menyenangkan untuk dibaca, tetapi juga sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa anak, mudah dipahami, dan mampu menumbuhkan minat baca sejak dini,” ungkapnya.
Kepala SDN 4 Gerung Utara, Sadikin, menyambut hangat kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini, “Kami merasa bangga dan berterima kasih karena siswa-siswi kami diberi kesempatan terlibat langsung dalam proses penelaahan uji keterbacaan buku cerita anak ini. Ini pengalaman berharga yang akan menambah minat baca, terutama bahasa daerah mereka,” ujarnya.
Secara teknis, pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui dua tahap utama. Pada tahap pertama, siswa dan guru diminta membaca buku cerita anak hasil terjemahan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat secara saksama. Setiap peserta diberikan kebebasan membaca dengan cara mereka masing-masing, baik membaca nyaring maupun dalam hati, agar memahami isi cerita, bahasa, serta ilustrasi yang ditampilkan. Setelah selesai membaca, tahap kedua dilaksanakan dengan pengisian kuesioner. Dalam kuesioner tersebut, siswa dan guru diminta menjawab secara jujur tentang pengalaman membaca, mulai dari tingkat kemudahan bahasa, alur cerita, tokoh, hingga ilustrasinya. Guru turut mengisi kuesioner dengan memberikan penilaian kritis mengenai aspek kelayakan dan kesesuaian isi buku dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Data dari kuesioner ini nantinya akan dianalisis oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai dasar untuk melakukan penyempurnaan buku sebelum dinilai oleh Pusat Perbukuan, Kemendikdasmen.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan literasi, pada kesempatan tersebut Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat juga menyerahkan secara simbolis sejumlah bahan bacaan kepada SDN 4 Gerung Utara. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, kepada Kepala SDN 4 Gerung Utara, Sadikin. Paket bacaan tersebut berisi buku cerita anak dan Kamus Sasak–Indonesia yang diharapkan dapat memperkaya koleksi perpustakaan sekolah serta menjadi sumber belajar tambahan bagi siswa dan guru.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap buku cerita anak yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan pembaca muda dan dapat menjadi referensi bacaan bermutu. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di sekolah lain, sehingga semakin banyak anak-anak yang terlibat aktif dalam upaya penguatan literasi,” tutup Dwi Pratiwi.