Hadiri Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di Mataram, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB Menyampaikan Peran Balai Bahasa Provinsi NTB dalam Pendidikan Inklusif

Mataram, 28 September 2025--Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) menggelar peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional di Aula Universitas 45 Mataram, Minggu (28/9). Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur NTB, Sinta Agathia Iqbal, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Eva Sofia Sari, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, dan Rektor Universitas 45 Mataram, Ismak Subardan.

Dalam sambutannya, Sinta Agathia, menegaskan pentingnya akses setara bagi Teman Tuli dalam pendidikan dan layanan publik. Ia menyebutkan bahwa kendala utama di NTB adalah minimnya SDM yang menguasai bahasa isyarat dan kurangnya sosialisasi di masyarakat. “Tidak boleh ada yang tertinggal. Teman Tuli berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB telah mulai menyertakan juru bahasa isyarat dalam konten video media sosial resmi sebagai bentuk dukungan terhadap akses informasi inklusif.

Koordinator Pusbisindo, Ahmad Fikri, dalam pemaparannya menjelaskan peran Pusbisindo dan cara masyarakat dapat mengikuti kelas bahasa isyarat untuk menjadi Juru Bahasa Isyarat (JBI). Menurutnya, untuk komunikasi yang lebih efektif, Teman Dengar dapat mengikuti kelas ini.

Acara juga menghadirkan gelar wicara bersama atlet Tim Futsal Tuli NTB, Dede dan Vivi, yang menceritakan pengalaman mereka hingga bisa mewakili Indonesia di kompetisi internasional.


Pada kesempatannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, memberikan motivasi bagi Teman Tuli agar terus berkarya. Selain itu, ia juga menjelaskan beberapa fasilitas Balai Bahasa Provinsi NTB yang dapat dimanfaatkan oleh Teman Dengar dan Teman Tuli, yaitu inovasi Kamus Terpadu Sasambo yang memuat padanan bahasa daerah dan SIBI. Pada bulan Oktober 2025, Balai Bahasa Provinsi NTB juga akan melaksanakan Uji coba Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang disesuaikan untuk teman tuli.

Selanjutnya, ia juga berharap Balai Bahasa Provinsi NTB dapat berkolaborasi lebih dalam dengan Pusbisindo terkait pemutakhiran Kamus Terpadu Bahasa Isyarat.
"Sebagai bentuk fasilitasi lanjutan, kami juga ingin berkolaborasi dengan Pusbisindo untuk memperbaharui Kamus Bahasa Isyarat Provinsi NTB, agar lebih akurat dan relevan dengan konteks lokal," imbuhnya.

Tidak hanya materi dan gelar wicara, penampilan seni dari teman Tuli, termasuk Ngaji Tuli dan tari tradisional Lombok Utara dibawakan oleh dua penari Tuli pada kegiatan ini.