Bukan Hanya Ajang Lomba, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 di Provinsi NTB Cerminkan Semangat Kebersamaan
Mataram, 25 Oktober 2025--Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang digalakkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen sejak tahun 2022 telah menuai beragam apresiasi dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan di Provinsi NTB. Melalui Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, seluruh rangkaian program prioritas Revitalisasi Bahasa Daerah telah dilaksanakan dan bermuara pada Festival Tunas Bahasa Ibu. Dengan penguatan kolaborasi bersama pemerintah daerah, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi NTB yang bertepatan dengan perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya Mataram mendapat perhatian penuh dari pimpinan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan 10 kabupaten/kota yang sudah sangat luar biasa melaksanakan dan mendukung FTBI di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, kegiatan ini merupakan pelaksanaan tahapan yang sangat penting. "Bapak dan Ibu telah membawa benih-benih prestasi ke tingkat provinsi. Kompetisi ini adalah semangat yang kita bangun dengan semangat kebersamaan. Silaturahmi yang kita bangun dari Mataram sampai ke Bima. Tentunya, hal yang ingin kita petik adalah hal yang baik dan positif," ujarnya saat menyampaikan semangat kebersamaan dalam pembukaan kegiatan FTBI 2025.
Ia juga menyapa setiap perwakilan peserta, guru pendamping, juri, dan dinas pendidikan kabupaten/kota untuk memastikan kehadiran dan partisipasi aktif. Dengan dukungan penuh dari dinas, hal ini tentunya positif bagi keberlangsungan upaya pelestarian bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo di Provinsi NTB.
Kegiatan FTBI ini merupakan puncak dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah yang meliputi rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan, bimbingan teknis guru master, pemantauan dan evaluasi, dan terakhir adalah pelaksanaan FTBI sebagai perayaan penutup yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lebih lanjut, Dwi Pratiwi memberikan apresiasi juga kepada guru master yang telah bekerja keras mengajarkan siswa-siswa dalam rangka menumbuhkan kesadaran, semangat, dan partisipasi siswa dalam pelestarian bahasa daerah. "Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru master yang telah melakukan kerja hebat melahirkan benih-benih prestasi untuk siswa. Mari, kita optimis bahwa program Revitalisasi Bahasa Daerah di Provinsi NTB berjalan dengan baik dan sukses di tingkat kabupaten dan kota. Siapapun yang terpilih menjadi juara harus kita terima dan apresiasi bersama. Juara itu adalah hadiah. Hal yang paling penting adalah semangat Adik-Adik dalam melestarikan bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo," imbuhnya.
Berdasarkan laporan ketua panitia, Gilang Aryo Damar, Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 dilaksanakan selama tiga hari, yaitu Sabtu—Senin, 25—27 Oktober 2025. Ada tujuh mata lomba yang akan diperlombakan. Pada hari pertama, akan diselenggarakan lomba mendongeng, pidato, dan komedi tunggal. Pada hari kedua, akan dilaksanakan lomba baca puisi, lomba menulis cerpen, lomba menulis aksara, dan lomba tembang/sakeco/tembang dali. Sementara itu, hari ketiga adalah hari puncak, pengumuman pemenang.
Jumlah peserta pada kegiatan ini sebanyak 258 peserta dengan rincian 126 siswa SD dan 132 siswa SMP. Peserta bahasa Sasak berjumlah 112, Samawa 64, dan Mbojo 82 peserta. Peserta bahasa Sasak adalah yang terbanyak karena terdiri atas 5 kabupaten/kota, bahasa Mbojo terdiri atas 3 kabupaten/kota, dan bahasa Samawa terdiri atas 2 kabupaten. Untuk itu, kegiatan ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga menjadi cerminan semangat kebersamaan tiga suku besar, tiga bahasa besar, dan mempersatukan perwakilan 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB.
Pelaksanaan FTBI 2025 ini juga meningkatkan partisipasi perwakilan peserta dari Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Dompu yang pada tahun 2024 tidak mengikuti kegiatan FTBI. Dengan adanya partisipasi kedua kabupaten tersebut, melengkapi kolaborasi di seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTB. Adapun pelaksanaan lomba dilakukan sesuai jenjang SD dan SMP dengan pembagian kelas terdiri atas kelas Sasak, kelas Samawa, dan kelas Mbojo. Setiap peserta tampil membawakan materi lomba sesuai dengan jenis mata lomba dan nomor urut peserta. Pada hari pertama pelaksanaan FTBI ini, tiga mata lomba menjadi pembuka kegiatan, yaitu Lomba Mendongeng, Lomba Komedi Tunggal, dan Lomba Pidato. Kegiatan akan dilanjutkan besok Minggu, 26 Oktober 2025 dengan empat mata lomba lainnya, yaitu Lomba Baca Puisi, Lomba Tembang/Sakeco/Dali, Lomba Menulis Cerpen, dan Lomba Menulis Aksara.