Keberlanjutan Kerja Sama dengan Inkes Yarsi Mataram, Balai Bahasa Provinsi NTB Melakukan Evaluasi Implementasi Program Kerja Sama
Mataram, 20 November 2025--Balai Bahasa Provinsi NTB menerima kunjungan dari Bagian Kerja Sama dan Humas Institut Kesehatan (Inkes) Yarsi Mataram. Kunjungan bertujuan untuk membahas keberlanjutan kerja sama yang telah dilakukan antara Inkes Yarsi Mataram dan Balai Bahasa Provinsi NTB pada tahun 2023--2024 lalu. Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Anjani mengerucut pada beberapa pembahasan penting.
Menurut Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, pertemuan ini menjadi bahan evaluasi pelaksanaan kerja sama pada periode lalu. Ia menekankan pentingnya prinsip kerja sama yang saling menguntungkan kedua pihak. "Kami menyambut kolaborasi kemitraan yang baik. Pada prinsipnya, kerja sama antara kedua pihak harus saling menguntungkan dan mengimplementasikan program kerja sama yang telah disepakati bersama. Jadi, kerja sama tidak hanya di atas kertas secara administrasi saja, tetapi bagaimana implementasi kerja sama berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan bersama," tegas Dwi Pratiwi.
Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Inkes Yarsi Mataram, Mohammad Dimyati, yang hadir pada pertemuan ini menyampaikan kesiapan Inkes Yarsi Mataram dalam mengembangkan potensi pembinaan dan pengembangan bahasa di kalangan civitas academica. Komitmen ini terbentuk sejalan dengan instruksi pimpinan, yaitu Rektor Inkes Yarsi beserta jajarannya. "Kedatangan saya hari ini untuk meyakinkan kembali dukungan dan kolaborasi dalam hal pembinaan dan pengembangan bahasa, terutama bagi mahasiswa yang memang membutuhkan pembinaan. Kami memiliki unit kegiatan mahasiswa yang bergerak pada bidang bahasa dan seni. Sebagai dukungan kami, kami mengupayakan memberikan fasilitas pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu, kami membutuhkan kontribusi Balai Bahasa Provinsi NTB," tuturnya menyampaikan keinginan melanjutkan kerja sama.
Respons positif diberikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. Akan tetapi, perlu diakui berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kerja sama pada tahun 2023--2024 masih perlu komitmen pelaksanaan UKBI dan program lainnya. Jadi, kerja sama yang telah disepakati melalui Kontrak Kerja Sama harus betul-betul dilaksanakan. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Zamzam Hariro selaku anggota Tim Kerja Sama dan Ketua Tim Kerja Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra. Evaluasi pelaksanaan kerja sama pada periode sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi dan masukan. Beberapa program tidak berjalan dan tidak ada evaluasi bersama sehingga program kerja sama tidak membuahkan hasil. Untuk itu, perlu ketegasan dan keyakinan untuk kembali menjalin kerja sama yang sesuai kebutuhan dan peraturan serta dijalankan dengan komitmen yang tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kerja Sama, Baiq Ayu Candra memberikan penjelasan dari sisi penelaahan peraturan dan prosedur kerja sama di lingkup Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Berdasarkan hasil evaluasi kerja sama periode sebelumnya dan penyesuaian nomenklatur di bawah Kemendikdasmen, perlu disepakati apakah usulan keberlanjutan kerja sama dilakukan pada tingkat Balai Bahasa Provinsi NTB atau Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Hal tersebut perlu penelaahan kembali mengingat prosedur yang berbeda. Untuk itu, Tim Kerja Sama Balai Bahasa Provinsi NTB akan melakukan koordinasi dengan Tim Kerja Sama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Adapun pembahasan kerja sama pada hari ini meliputi program UKBI, Pelatihan Bahasa Inggris, dan Pembinaan Bahasa Indonesia. Kedua lembaga sepakat untuk mengikuti prosedur yang tepat dan memperbaiki implementasi kerja sama.