Balai Bahasa Provinsi NTB Dukung Komitmen Pegiat Literasi di NTB

Lombok Timur, 22 November 2025--Penguatan Literasi di Nusa Tenggara Barat menjadi program prioritas seluruh pemangku kepentingan, pegiat literasi, dan lembaga pemerintah. Para pegiat literasi di NTB menyelenggarakan kegiatan Penguatan Literasi Relasi Camp 2025 dan Dialog Literasi di Perpustakaan Lembah Hijau, ljobalit, Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya mensinergikan semua SDM literasi terkait peningkatan literasi.

Gubernur Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB, Ashari menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB mendukung seluruh kegiatan pegiat literasi melalui pendirian Perpustakaan Inklusi NTB. Perpustakaan tersebut akan diintegrasikan dengan komunitas literasi yang ada di NTB. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga akan membantu pembuatan payung hukum sebagai upaya legalitas kegiatan komunitas literasi.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB,Dwi Pratiwi, yang hadir langsung di acara tersebut menyampaikan arahan bahwa kegiatan"Literasi Camp" ini merupakan kegiatan yang sangat bagus untuk peningkatan kompetensi literasi dengan berbagi praktik baik sesama komunitas penggerak literasi. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang berkolaborasi membangun kekuatan dalam membangun literasi yang unggul. Ia juga menyampaikan bahwa Balai Bahasa Provinsi NTB siap mendukung program literasi yang digerakkan oleh komunitas literasi. 

Balai Bahasa Provinsi NTB memiliki beberapa program terkait peningkatan Kompetensi literasi seperti penyedian buku bacaan bermutu termasuk buku digital yang bisa diakses oleh komunitas. Kemudian, Balai Bahasa Provinsi NTB juga memiliki program inovasi bidang literasi seperti program "Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar" yang berguna untuk intervensi keterbacaan siswa. Inovasi Mandalika-Dewisali menyasar desa wisata dalam mengembangkan literasi desa wisata dan menggali potensi anggota komunitas literasi dengan penulisan cerita yang berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini diikuti oleh 100 komunitas literasi yang berasal dari Pulau Lombok dan Sumbawa. Ketua penyelenggara, Rian Hakiki, menyampikan bahwa kehadiran teman-teman komunitas literasi dalam kegiatan rutin tahunan ini diharapkan akan membangun komunitas untuk berbagi pengalaman dan memecahkan permasalahan dan kendala pengembangan literasi di NTB.