Balai Bahasa Provinsi NTB Dampingi Tim Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Lakukan Penjaminan Mutu dan Pemantauan Pemanfaatan Buku Terjemahan di Provinsi NTB
Balai Bahasa Provinsi NTB Dampingi Tim Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Lakukan Penjaminan Mutu dan Pemantauan Pemanfaatan Buku Mataram, 27 November 2025—Balai Bahasa Provinsi NTB menerima kunjungan Tim Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra (Pusdaya), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 25—28 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan penjaminan mutu dan pemantauan pemanfaatan buku cerita anak terjemahan yang telah didistribusikan ke berbagai sekolah di Provinsi NTB. Sebagaimana diketahui, Balai Bahasa Provinsi NTB telah menerbitkan dan mendistribusikan buku cerita anak terjemahan (Sasambo–Indonesia) ke 107 sekolah dengan tingkat literasi rendah di seluruh kabupaten di Provinsi NTB.
Agenda pertama adalah Rapat Koordinasi Pelaksanaan Penerjemahan yang berlangsung pada Rabu, 26 November 2025, di Aula Anjani, Balai Bahasa Provinsi NTB. Rapat tersebut dihadiri oleh empat anggota tim dari Pusadaya, Kepala Subbagian Umum, serta Tim Kerja Penerjemahan Balai Bahasa Provinsi NTB. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penerjemahan cerita anak yang telah dilaksanakan di Balai Bahasa Provinsi NTB, khususnya terkait penyediaan bahan bacaan berbasis literasi berupa buku cerita anak dwibahasa tahun 2025. Dalam kesempatan ini, Koordinator Tim Penerjemah, Safoan Abdul Hamid, menyampaikan paparan mengenai capaian program, hambatan yang ditemui, serta tantangan yang masih perlu ditindaklanjuti.
Tim Pusdaya memberikan berbagai masukan dan rekomendasi terkait peningkatan pelaksanaan program ke depan. Selain itu, tim juga menyampaikan informasi mengenai persentase target kebermanfaatan buku yang harus dicapai tahun ini. Evaluasi terhadap pemanfaatan buku terjemahan di sekolah-sekolah penerima turut menjadi agenda penting dalam rapat tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melakukan monitoring langsung penyaluran dan pemanfaatan buku cerita anak di sekolah sasaran. Empat sekolah di Kota Mataram menjadi sampel dalam kegiatan ini, yaitu SDN 43 Cakranegara, SDN 41 Cakranegara, SDN 26 Cakranegara, dan SDN 2 Kuranji. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa buku-buku terjemahan yang telah disalurkan benar-benar diterima oleh pihak sekolah serta dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran dan peningkatan literasi siswa. Tim Pusdaya juga melakukan penyebarluasan informasi terkait laman penjaring (penerjemahan dalam jaringan), sebuah media dalam laman Kemendikdasmen yang berisi buku-buku digital hasil terjemahan yang diterbitkan oleh Pusdaya dan Balai/Kantor Bahasa seluruh Indonesia. Tim berharap sekolah dapat menggunakan laman Penjaring sebagai sarana pelaksanaan program literasi di sekolah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan program penyediaan bahan bacaan literasi oleh Balai Bahasa Provinsi NTB dapat terus berjalan secara berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan budaya literasi anak-anak di NTB.