DKT Pra-Kongres Bahasa Daerah 2026 Badan Bahasa: Upaya Menegaskan Posisi Bahasa Daerah untuk Kemajuan Bangsa

Jakarta, 3 Desember 2025--Program Revitalisasi Bahasa Daerah yang menjadi salah satu program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sejak tahun 2022 terus dikuatkan melalui sinkronisasi program. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melakukan upaya penguatan tersebut melalui kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun Pra-Kongres Bahasa Daerah 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan menuju Kongres Bahasa Daerah Tahun 2026 yang diharapkan menjadi ruang awal untuk menghimpun data, gagasan, pengalaman, serta rekomendasi aktual dari para pemangku kepentingan di daerah.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi berkesempatan menghadiri kegiatan dan berpartisipasi aktif. Pada kesempatan sebelumnya, ia menegaskan dukungan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam pelestarian bahasa daerah. Menurutnya, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah berupaya dalam mendorong keterlibatan mitra pemangku kepentingan di daerah, salah satunya pemerintah daerah. Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan media informasi seperti laman dalam mewadahi kreativitas karya berbahasa daerah. Karya-karya penulis dalam bahasa daerah perlu diberikan keleluasaan akses publikasi sehingga masyarakat dapat mengetahui dan menikmati karya-karya tersebut. "Menurut saya, hal ini bagian dari strategi pelestarian bahasa daerah. Memberikan kesempatan dan akses media publikasi bagi para penulisan karya-karya bahasa daerah sangat penting. Kita dapat memanfaatkan media laman Balai Bahasa Provinsi NTB untuk meningkatkan minat pelestarian bahasa daerah," ungkap Dwi Pratiwi pada kesempatan terpisah.

Momentum ini menegaskan kembali pentingnya bahasa daerah dalam bermasyarakat dan bernegara. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menekankan bahwa perlunya pemenuhan guru bahasa daerah. Menurutnya, hal ini perlu diupayakan oleh semua pihak terkait. Ia juga menekankan bahwa DKT ini sebagai upaya menggalang isu untuk dijadikan rekomendasi kepada tim yang merancang RUU Sisdiknas. Upaya tersebut bisa dilakukan melalui penguatan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan keluarga. "Berbagai upaya bisa dilakukan melalui penguatan karakter melalui buku cerita, mendorong penyusunan kurikulum muatan lokal, dan mendorong pemerintah daerah untuk menjalankan fungsi hal ini dengan baik," ujarnya memaparkan berbagai hal yang perlu diperkuat oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Melalui kegiatan DKT ini, isu-isu strategis yang berkaitan dengan kebijakan kebahasaan, pembelajaran bahasa daerah, peran komunitas, dan pemanfaatan teknologi terkini dapat dibahas secara mendalam. Hasil dari kegiatan ini menjadi pondasi substansial yang akan memperkuat arah kebijakan serta agenda Kongres Bahasa Daerah. Sebanyak 102 peserta yang berasal dari Pusat dan Balai/Kantor di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pakar, akademisi, komunitas, budayawan, pemangku kepentingan, dan duta bahasa, serta 15 narasumber terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Jakarta. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pleno dengan tema Pleno 1 "Arah Kebijakan, Peluang, dan Tantangan Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah Mendunia (Proyeksi Jangka Menengah dan Jangka Panjang)", Pleno 2 "Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah serta Pelibatan Komunitas dan Generasi Muda", dan Pleno 3 "Peran AI dan Platform Digital (Implementasi Teknologi dalam Revitalisasi dan Dokumentasi Bahasa Daerah)".