Balai Bahasa Provinsi NTB Melakukan Perhitungan Capaian Kerja Program Peta Kebinekaan dan Revitalisasi Bahasa Daerah
Mataram, 13 Desember 2025—Tim Kerja Pelindungan Balai Bahasa Provinsi NTB melaksanakan perhitungan capaian kerja tahun 2025. Pada tahun ini, target Tim Kerja Pelindungan adalah 1:18 untuk program Revitalisasi Bahasa Daerah dan 2,8% untuk Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, memberi pesan kepada tim. "Tim kerja mengawal dan memproyeksikan capaian kerja dari tahun ke tahun berdasarkan target lima tahunan yang telah ditetapkan. Dari sana, tim kerja dapat menyusun strategi agar setiap tahunnya dapat mencapai atau melebihi target dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya sebelum rapat dimulai di Ruanh Anjani Balai Bahasa Provinsi NTB.
Dua minggu sebelumnya, tepatnya pada 24—29 November, Tim Peta Kebinekaan Balai Bahasa NTB mengikuti Konsinyasi Pengolahan Data Peta Kebinekaan bersama tim kerja pusat dan narasumber. Berdasarkan perhitungan dialektometri, data yang diambil oleh Tim Peta Kebinekaan di Desa Genggelang (Kabupaten Lombok Utara), Sambik Elen (Kabupaten Lombok Utara), Dadap (Kabupaten Lombok Timur), Mertak (Kabupaten Lombok Tengah), dan Buwun Mas (Kabupaten Lombok Barat) memiliki perbedaan dialek dan subdialek.
Proses perhitungan capaian kerja dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi IKK via Zoom pada 12 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, tim kerja pusat menekankan bagaimana cara perhitungan capaian yang benar dan tepat sehingga datanya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Kerja Pelindungan Balai Bahasa Provinsi NTB mengadakan pertemuan sekaligus pembahasan capaian kerja. Dari hasil perhitungan jumlah bahasa/dialek/subdialek yang ditemukan di 5 titik pengamatan yang telah dibandingkan, total capaian Balai Bahasa Provinsi NTB untuk peta kebinekaan sebesar 14,29%.
Tim juga melakukan perhitungan untuk capaian Revitalisasi Bahasa Daerah. Dari data yang disetorkan oleh guru master, pada 2025, program Revitalisasi Bahasa Daerah telah diimbaskan ke 6.181 siswa. Pengimbasan tersebut dilakukan dengan cara pemberian materi pembelajaran bahasa daerah, seperti baca puisi, menulis aksara, dan mendongeng.