Wamendikdasmen Kembali Kunjungi Bumi Gora

Mataram, 15 Desember 2025--Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, kembali berkunjung ke Bumi Gora. Kunjungan ini dilaksanakan untuk menghadiri sejumlah kegiatan yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, seperti Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan. Selain itu, kunjungan terutama dilakukan untuk melakukan diskusi terpumpun bersama pemangku kepentingan. Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkesempatan menyambut kehadiran Wakil Menteri dan jajarannya serta mendiskusikan program yang selanjutnya akan dilakukan. 

Kedatangan Wamendikdasmen di Bandara Internasional Zainudding Abdul Majid disambut hangat oleh tiga pimpinan unit pelaksana teknis di bawah Kemendikdasmen, yaitu Balai Bahasa Provinsi NTB, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTB, dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTB. Dalam ruang Naratama Bandara, keempat pejabat ini membicarakan program pendidikan yang telah diterapkan selama satu tahun terakhir. Dwi Pratiwi, Kepala Balai Bahasa, menyampaikan secara garis besar tiga program utama Badan Bahasa, yaitu pengutamaan Bahasa negara, pelindungan bahasa daerah, dan internasionalisasi bahasa Indonesia. Dwi juga sempat melaporkan bahwa Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan berkunjung ke Nusa Tenggara Barat untuk melakukan penandatanganan nota kesepakatan pelaksanaan Trigatra Bangun Bahasa dengan kepala daerah di Provinsi NTB yang rencananya akan dilaksanakan esok hari. 

Kunjungan kemudian dilanjukan oleh Wamendikdasmen. Selepas membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh BSKAP, Wamendikdasmen berkunjung ke Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTB untuk menyampaikan arahan. Sekali lagi, ketiga kepala UPT turut hadir mendampingi Wamendikdasmen. Dalam kegiatan Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar oleh BPMP Provinsi NTB dengan Direktorat SD, sesuai permohonan Katman, kepala BPMP NTB, Prof. Atip memberi penjelasan mengapa penguasaan teknologi, terutama pemanfaatan papan interaktif yang telah disebarkan untuk 65% sekolah dasar di NTB menjadi penting.

Bagi Prof. Atip, papan interaktif ini adalah media untuk menguatkan peran guru, bukan menggantikan peran guru. "Sampai kapan pun guru tidak akan terganti," tegasnya. Ia menekankan bahwa digitalisasi jadi poin yang penting dikuasai oleh seluruh guru untuk menghadapi dunia yang serba ringkas. Berbagai langkah yang semula perlu dilakukan guru, seperti menghafal teori-teori tertentu, dapat dipotong dan dicari jalan pintasnya melalui penggunaan papan interaktif ini. "Kami harap bukan papannya yang pintar, tetapi penggunanya, gurunya." Apa yang kemudian dijelaskan selanjutnya sejalan dengan upaya Balai Bahasa Provinsi NTB dalam memperkuat literasi guru di Nusa Tenggara Barat dengan media-media interaktif yang dapat diakses melalui papan tersebut, seperti bahan bacaan yang kini dicetak terbatas tetapi dapat diakses secara gratis dan mudah melalui laman secara digital.