Dorong Mutu Pembelajaran Bahasa dan Sastra, MGMP Bahasa Indonesia Lombok Tengah Kunjungi Balai Bahasa Provinsi NTB

Mataram, 16 Desember 2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka membahas pelaksanaan kerja sama peningkatan kompetensi guru serta penguatan bahasa dan sastra Indonesia. Kerja sama tersebut direncanakan berlangsung selama satu tahun ke depan.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Bayan, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan dihadiri oleh Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Tengah, Syaiful Bahri, beserta jajaran pengurus. Dari Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, hadir perwakilan Tim Pembinaan Bahasa dan Sastra (Toni Samsul Hidayat, Hartanto, dan Baiq Jihan Olvy Wanasatya) dan Tim Pelindungan Bahasa dan Sastra (Asry Kurniawaty).

Dalam pertemuan tersebut, Syaiful menyampaikan harapan agar Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat memberikan dukungan dan pendampingan kepada guru-guru Bahasa Indonesia SMP di Lombok Tengah guna meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia secara berkelanjutan. Ia juga memaparkan sejumlah rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan. Rancangan tersebut meliputi pelaksanaan UKBI dan PKBI bagi guru, peningkatan kecakapan literasi, pembinaan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis _deep learning_, lokakarya menulis esai dan puisi, lokakarya penyusunan perangkat pembelajaran, serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru lainnya.

Menanggapi paparan tersebut, Toni menjelaskan bahwa pelaksanaan UKBI bagi guru akan diawali dengan pemberian materi sebagai penguatan kompetensi, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan dapat mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia yang dimiliki sekaligus terdorong untuk mencapai predikat UKBI Unggul. Sementara itu, Hartanto juga menjelaskan aspek teknis pelaksanaan UKBI serta peluang pemanfaatan hasil UKBI sebagai bahan kajian. “Hasil UKBI tidak hanya dapat digunakan untuk memetakan kemahiran guru, tetapi juga dapat dikaji lebih lanjut, misalnya untuk melihat keterkaitannya dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran lain,” tuturnya.

Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut baik pelaksanaan kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program MGMP sesuai dengan tugas dan fungsi Balai Bahasa. Melalui kerja sama ini, Syaiful Bahri berharap Balai Bahasa dapat menjadi mitra pembina dalam upaya peningkatan kompetensi guru serta penguatan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah.