Balai Bahasa Provinsi NTB Laksanakan Monitoring Ketersampaian dan Kebermanfaatan Buku di Pulau Lombok
Lombok Barat, 18 Desember 2025--Balai Bahasa Provinsi NTB melaksanakan kegiatan monitoring ketersampaian dan kebermanfaatan buku tahap kedua di Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini bertujuan memastikan bantuan buku cerita anak terjemahan terbitan Balai Bahasa Provinsi NTB benar-benar sampai ke sekolah sasaran serta dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung program literasi di satuan pendidikan dasar.
Tim Balai Bahasa Provinsi NTB yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Safoan Abdul Hamid, I Nyoman Cahyasabudhi, dan Wahyudi. Kunjungan pertama dilakukan ke SDN 3 Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, yang saat ini telah mengalami perubahan nomenklatur menjadi SDN 2 Giri Madya. Kunjungan tersebut bertujuan menyerahkan kembali buku bantuan pemerintah berupa buku nonteks, khususnya buku cerita anak terjemahan, yang sebelumnya dikirim melalui jasa pos dan sempat dikembalikan akibat perubahan nomenklatur sekolah.
Kunjungan selanjutnya dilakukan ke SDN 1 Sabe yang kini berubah nomenklatur menjadi SDN 2 Keru, Kecamatan Narmada. Di sekolah ini, tim Balai Bahasa Provinsi NTB juga menyerahkan bantuan buku cerita anak terjemahan sebagai bagian dari program bantuan buku pemerintah. Monitoring kemudian dilanjutkan ke SDN 3 Jagaraga, Kecamatan Kuripan, serta SDN 3 Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi. Pada kedua sekolah tersebut, tim memastikan bahwa buku bantuan pemerintah yang telah dikirim melalui jasa pos benar-benar diterima oleh pihak sekolah serta memantau pemanfaatannya dalam kegiatan literasi sekolah.
Dalam setiap kunjungan, pihak sekolah menyampaikan testimoni dan rasa syukur atas bantuan buku cerita anak terjemahan yang dinilai sangat bermanfaat bagi peserta didik. Pihak sekolah juga berharap agar ke depan jumlah bantuan buku dapat ditingkatkan untuk semakin mendukung kegiatan literasi di sekolah. Selain itu, tim Balai Bahasa Provinsi NTB turut memberikan masukan dan saran agar buku bantuan pemerintah dimanfaatkan secara maksimal, baik dalam pembelajaran maupun program literasi sekolah.
Kegiatan monitoring tahap kedua di Kabupaten Lombok Barat ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pemantauan ketersampaian buku cerita anak dwibahasa hasil penerjemahan yang sebelumnya telah dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi NTB pada November 2025 di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. Pemantauan di Kabupaten Lombok Utara dilaksanakan pada 19-–20 November 2025 dengan mengunjungi enam sekolah dasar, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur berlangsung pada 20-–21 November 2025 dengan menyasar enam sekolah dasar penerima bantuan buku.
Melalui rangkaian kegiatan pemantauan tersebut, Balai Bahasa Provinsi NTB memastikan bahwa buku cerita anak dwibahasa hasil penerjemahan yang dikirim melalui PT Pos Indonesia ke sekolah-sekolah di seluruh wilayah NTB telah diterima dalam kondisi baik dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Selain memverifikasi ketersampaian buku, Balai Bahasa Provinsi NTB juga menggali informasi mengenai pemanfaatan buku di perpustakaan sekolah serta kebutuhan buku cerita anak sebagai bahan evaluasi dan perencanaan program ke depan.
Secara umum, hasil monitoring menunjukkan bahwa buku cerita anak dwibahasa disambut positif oleh sekolah-sekolah penerima dan dinilai berkontribusi dalam meningkatkan minat baca serta literasi peserta didik. Balai Bahasa Provinsi NTB berharap program pengiriman dan pemantauan buku cerita anak ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pelindungan dan pengembangan bahasa serta sastra, sekaligus mendukung penguatan budaya literasi anak-anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat.