Dorong Implementasi Kerja Sama Bahasa dan Saatra di Kabupaten Lombok Tengah, Balai Bahasa Provinsi NTB Gandeng MGMP Bahasa Indonesia

Lombok Tengah, 23 Desember 2025--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendukung program bahasa dan sastra yang diinisiasi oleh MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini sebagai tindak lanjut hasil diskusi pada pertemuan 16 Desember 2025. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, ada beberapa program yang menjadi fokus kerja sama, di antaranya pelaksanaan UKBI, Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), literasi, dan pembinaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi menerangkan bahwa implementasi program kerja sama merupakan hal penting. Satuan pendidikan yang menjadi sasaran utama perlu mendapat dukungan banyak pihak, salah satunya penggerak dari MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Tengah. Untuk itu, Tim Kerja Sama Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menindaklanjuti arahan Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui pertemuan dengan MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Tengah di SMPN 2 Pujut.

Pada pertemuan ini, Tim Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili oleh Toni Samsul Hidayat, Hartanto, Baiq Ayu Candra, dan Baiq Jihan Olvy Wanasatya. Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Tengah, Syaiful Bahri bersama dengan beberapa anggota mendiskusikan kembali program-program yang bisa dilaksanakan bersama di tahun 2026. Syaiful Bahri menjelaskan bahwa beberapa program bahasa dan sastra yang bisa dikerjasamakan merupakan bagian dari semangat dan keinginan komunitas untuk mengembangkan bahasa Indonesia di Kabupaten Lombok Tengah. "Kami berharap melalui pertemuan yang sudah kita lakukan bersama, kita dapat merumuskan dan menghasilkan rencana program bahasa dan sastra yang mendukung kedua pihak.Kami bersemangat dan siap bekerja sama mendukung program Balai Bahasa Provinsi NTB," ujar Syaiful Bahri.

Hal tersebut dikuatkan oleh Ramadhan, Sekretaris MGMP Bahasa Indonesia. Ia menuturkan bahwa keinginan dari rekan-rekan guru yang tergabung dalam MGMP sangat besar untuk bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun kendala yang ditemukan saat ini adalah adanya kesulitan mengajak partisipasi pemangku kepentingan di satuan pendidikan atau sekolah di Kabupaten Lombok Tengah untuk sama-sama aktif dalam kegiatan bahasa dan sastra.

Menanggapi hal tersebut, Hartanto (Tim Kerja Pembinaan) memberikan saran untuk menyampaikan usulan agenda sosialisasi UKBI yang melibatkan Balai Bahasa pada saat gelaran rapat MKKS. "Perlu sinergi dan kesepakatan bersama dalam forum rapat MKKS. Balai Bahasa Provinsi NTB siap mendukung program bahasa dan sastra yang bisa disinergikan dengan MGMP," terang Hartanto. Baiq Ayu Candra menambahkan bahwa dengan adanya penandatanganan Nota Kesepakatan antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah pada 16 Desember 2025, sebenarnya telah mengikat berbagai program bahasa dan sastra yang dapat diimplementasikan bersama, termasuk oleh MGMP Bahasa Indonesia. Hanya saja memang perlu koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait untuk memastikan implementasi rencana kerja sehingga dukungan program dapat dikuatkan oleh Dinas Pendidikan.

Pada pertemuan ini, Toni Samsul Hidayat juga menekankan komitmen kesiapan sekolah dalam pembinaan lembaga wajah bahasa sekolah. Sasaran, yaitu perbaikan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas sekolah. Perbaikan meliputi penggunaan bahasa Indonesia dalam nama jabatan, nama informasi, nama ruangan, penggunaan informasi spanduk, petunjuk arah atau denah sekolah, dan dokumentasi ruang publik lainnya. Menurut Toni, melalui peran guru MGMP, diharapkan setiap sekolah memiliki kesadaran dan semangat untuk mewujudkan sekolah dengan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan tata naskah dinas yang baik dan sesuai aturan. Tidak hanya itu, pada pertemuan ini juga didiskusikan mengenai program inovasi BBM-MBB yang menyasar literasi sekolah. Baiq Ayu turit menjelaskan bahwa harapan ke depannya, program inovasi ini dapat menjangkau sasaran sekolah yang lebih luas dan dapat difasilitasi bersama. Setiap guru dapat diberikan sosialisasi dan pembinaan, serta dapat menjadi agen perubahan yang memgawal program inovasi BBM-MBB ini di setiap sekolah yang diampu. Dengan begitu, inovasi BBM-MBB dapat berjalan lebih intensif, jangkauan sasaran luas, keterlibatan guru secara aktif, dan harapan dapat mendorong peningkatan kecakapan literasi siswa yang dibuktikan dengan peningkatan hasil asesmen siswa dan capaian Rapor Pendidikan yang lebih baik.