Evaluasi Program Siaran Bahasa dan Sastra: Balai Bahasa Provinsi NTB dan RRI Stasiun Mataram Sepakat Perluas Program Siaran
Mataram, 23 Desember 2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya melakukan diseminasi program bahasa dan sastra secara konsisten dan berkelanjutan melalui berbagai media, salah satunya dengan RRI Stasiun Mataram. Pelaksanaan kerja sama antara kedua pihak telah berjalan sejak tahun 2019 dengan program siaran khusus bahasa dan sastra. Untuk itu, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan evaluasi pelaksanaan program siaran dengan RRI Mataram. Hal ini juga bagian dari komitmen pelaksanaan keterbukaan informasi publik.
Pada pertemuan yang dilaksanakan di Ruang RRI Mataram, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi mengungkapkan apresiasi atas dukungan RRI Mataram. Ia menuturkan bahwa selama ini program siaran bahasa dan sastra menjadi salah satu bagian dari upaya diseminasi kepada masyarakat luas. Dengan adanya siaran bersama RRI Mataram menunjukkan strategi penyebarluasan informasi bahasa dan sastra untuk masyarakat.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa program rutin acara Berugak Kita perlu untuk dipertahankan sebagai program utama. Program lainnya, yaitu program khusus bahasa daerah melalui acara di Pro4 RRI Mataram sangat menarik untuk dikolaborasikan bersama. Dwi mengusulkan agar program tambahan bisa dijadwalkan karena materi bahasa daerah yang diproduksi oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara cukup banyak. "Adanya program khusus bahasa daerah merupakan bagian dari upaya mendorong pelestarian bahasa daerah. Kami juga melaksanakan Festival Tunas Bahasa Ibu yang menghasilkan banyak pemenang pada tujuh kategori lomba berbahasa daerah. Kami juga melaksanakan DKT Bahasa Daerah yang tentunya hal ini dapat dikolaborasikan bersama dengan RRI. RRI menjadi corong untuk menyosialisasikan dan memublikasikan kegiatan kami. Kami dapat menyiapkan substansi konten bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo," beber Dwi Pratiwi saat berdiskusi dengan Kepala RRI Stasiun Mataram bersama tim.
Dwi Pratiwi juga menambahkan bahwa Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menambah dan menyusun kosakata bahasa daerah. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mencoba agar publikasi kosakata bahasa daerah lebih intensif agar masyarakat lebih sering mendengar dan mengetahui kosakata yang terancam punah dan dapat terus dilestarikan.
Kepala Stasiun RRI Mataram, Nenny Afrantiny, yang hadir pada pertemuan evaluasi ini menyampaikan bahwa dukungan RRI sebagai lembaga pemerintah sudah seharusnya diberikan dan diterapkan dalam kolaborasi program. Pada pelaksanaannya, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat konsisten melaksanakan siaran sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati. Ke depan, mungkin perlu perluasan jangkauan kolaborasi dalam berbagai kegiatan. "Kami ada beberapa program siaran yang dapat mendukung program Balai Bahasa Provinsi NTB. Pada prinsipnya, kita dapat berkolaborasi dalam berbagai program, salah satunya program siaran khusus bahasa daerah dan juga liputan kegiatan-kegiatan besar," papar Nenny.
Pertemuan ini menghasilkan evaluasi pelaksanaan kegiatan, di antaranya keberlanjutan program bahasa dan sastra di acara Berugak Kita, kolaborasi liputan publikasi kegiatan, dan program khusus bahasa daerah. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat memfasilitasi dukungan narasumber pada setiap acara dan RRI Stasiun Mataram memfasilitasi media siaran. Harapan ke depannya, kolaborasi kedua lembaga lebih luas dan menjangkau program-program yang menyentuh partisipasi masyarakat sehingga kehadiran kedua lembaga dapat dirasakan langsung dan bermakna bagi masyarakat.