Penguatan Pemahaman Siswa, Balai Bahasa Provinsi NTB Berikan Pembinaan Bahasa dan Sastra untuk MA Dakwah Islamiyah Putri Nurul Hakim Kediri

Mataram, 12 Januari 2026--Sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong penguatan pemahaman siswa, salah satunya melalui layanan pembinaan bahasa dan sastra. Hal ini menjadikan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu instansi rujukan yang dipilih oleh MA Dakwah Islamiyah Putri Nurul Hakim Kediri, Kabupaten Lombok Barat dalam melakukan studi bahasa dan sastra. Sejumlah 174 siswa dan 26 guru pendamping mengikuti pembinaan bahasa dan sastra di tiga lokasi, yaitu Aula Cilinaya, Ruang Bayan, dan Ruang Perpustakaan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menyadari pentingnya penguatan bahasa dan sastra di sekolah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, menegaskan bahwa Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terbuka untuk dikunjungi oleh siapa pun dan menjadi rumah pendidikan, tempat menimba ilmu, khususnya terkait bahasa dan sastra. "Silakan Adik-Adik bertanya sepuasnya terkait materi bahasa dan sastra. Terkait dengan UKBI juga akan dijelaskan lebih lengkap. UKBI adalah Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang berfungsi sebagai alat ukur kemampuan bahasa Indonesia, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing," pungkas Dwi Pratiwi saat memberikan sambutan kepada guru dan siswa yang hadir.

Ia menjelaskan bahwa siswa diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan UKBI secara gratis. Biasanya siswa yang memperoleh nilai UKBI tinggi di atas rata-rata atau di atas syarat, nilai mata pelajaran lain juga tinggi. Jika siswa telah mendapatkan hasil tes UKBI dan hasilnya di bawah standar, guru pengampu harus menindaklanjuti dengan memberikan pembinaan kepada siswa untuk peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia.

Penguatan juga diberikan oleh Saehan, perwakilan guru pendamping MA Dakwah Islamiyah Putri Nurul Hakim Kediri. Ia mengutarakan bahwa ada banyak hal yang ingin siswa ketahui dan pelajari. Untuk itu, pihak sekolah memfasilitasi siswa untuk datang berkunjung dan belajar di Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia berpesan kepada siswa untuk belajar dan bertanya apa saja karena bahasa adalah alat komunikasi dan fungsi bahasa yang akan menambah pengetahuan siswa. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa hasil diskusi dengan Kepala Balai agar siswa diperkenalkan materi UKBI. Menurutnya, hal ini menjadi catatan tugas sekolah dalam memberikan pelajaran kepada siswa sehingga mendapatkan pengetahuan yang lebih komprehensif. Berbagai materi diberikan oleh tim teknis yang terbagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan pembagian ruang belajar.

Pembelajaran pertama yang diikuti oleh 100 siswa dipusatkan di Aula Cilinaya didampingi oleh Zamzam Hariro (Ketua Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra). Ia bersama tim menyampaikan mengenai profil, tugas dan fungsi, serta program BIPA dan UKBI. Penjelasan dikuatkan dengan materi Sosialisasi UKBI yang disampaikan oleh Lentera Nurani Setra. Ia menjelaskan materi mengenai cara membedakan makna kata pemelajar dan pembelajar, kata peuji dan penguji, dan materi lainnya. "Adik-adik, jika berkesempatan mengikuti simulasi tes UKBI dan hasilnya istimewa maka percaya diri saja untuk mengikuti tes," pesannya di sela-sela sosialisasi UKBI.

Berikutnya, pembelajaran di Ruang Bayan yang dikomandoi oleh Kasman (Ketua Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra) dengan 45 siswa menitikberatkan pada program pelestarian bahasa daerah. Bagaimana pentingnya menjaga kelestarian bahasa daerah oleh para penutur jati? Pemahaman mengenai pembinaan bahasa juga diberikan oleh Toni Samsul Hidayat. Ia menjelaskan mengenai Ejaan dan Kalimat dalam bahasa Indonesia.

Hal senada juga disampaikan oleh Tim yang diketuai oleh Nurcholis Muslim (Ketua Tim Kerja Pembinaan Bahasa dan Sastra) dengan 30 siswa. Bertempat di Ruag Perpustakaan, ia bersama tim menjelaskan materi seputar program literasi, UKBI, dan layanan balai. "Literasi menjadi salah satu fondasi dalam peningkatan Rapor Pendidikan siswa. Upaya peningkatan literasi berarti upaya menaikkan Indeks Literasi Siswa. Untuk itu, baik guru maupun siswa harus memahami peran dan makna penting adanya literasi sekolah. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat siap memberikan pendampingan literasi untuk sekolah," imbuh Nurcholis saat menjelaskan materi literasi.

Berbagai materi program bahasa dan sastra serta layanan balai menjadi pembelajaran dasar untuk siswa hari ini. Harapannya, dengan adanya penguatan pemahaman melalui informasi kepada guru dan siswa, pihak sekolah dapat membuat kebijakan yang berpihak pada peningkatan literasi dan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra siswa.