Targetkan Peningkatan Literasi Berbahasa, Balai Bahasa Laksanakan Pengujian UKBI bagi 200 Anggota PGRI Sandubaya

Mataram, 22 Januari 2025--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan pengujian UKBI sebagai rangkaian Diseminasi UKBI yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Januari 2025. Pengujian ini terlaksana atas kolaborasi Balai Bahasa dengan PGRI Cabang Sandubaya Kota Mataram. Terdapat 213 guru setingkat SD, SMP, dan SMA yang mengikuti pengujian kali ini. 

Seluruh peserta melaksanakan UKBI serentak dalam satu sesi. Dalam kegiatan pembukaan, Hartanto selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan kali ini adalah kali ketiga kolaborasi UKBI dan guru dilakukan dalam dua tahun terakhir. "Sebelumnya dengan SMPN 7 Mataram, lalu dengan PGRI Cabang Cakranegara. Kami berharap yang ketiga ini hasilnya maksimal," tuturnya. Ia juga berharap dampak nyata dirasakan oleh seluruh peserta setelah kegiatan ini dilaksanakan. 

Harapan serupa juga disampaikan oleh Wirman Kasmayadi selaku Kepala BGTK Provinsi NTB yang telah berkenan menyediakan tempat untuk pelaksanaan pengujian kali ini. Kolaborasi seperti ini mampu meningkatkan kompetensi guru dengan efektif sebab pengujian menjadi ujung rangkaian. Ia meminta guru terus bersemangat mengembangkan kemampuan berbahasa sebagai alat tempur dalam menyampaikan berbagai bidang ilmu.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi. Dwi memaparkan data kemampuan literasi masyarakat Nusa Tenggara Barat yang terekam dalam nilai UKBI di tahun 2024. Dari target sebesar 41%, capaian peuji yang predikat ujinya sesuai dengan jenjangnya baru di angka 34%. Artinya, evaluasi kompetensi literasi berbahasa, baik dari kalangan siswa, mahasiswa, maupun masyarakat profesional masih perlu secara gencar dilakukan. "Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil UKBI yang diharapkan juga berhubungan dengan tingkat literasi umum masyarakat di NTB," ujarnya. Ia menegaskan bahwa guru menjadi tonggak penting dalam mengubah rapor merah NTB dalam aspek literasi. "Jangan sampai masih ada yang salah dalam menggunakan "di" sebagai awalan dan "di" sebagai kata depan," pungkasnya sebelum membuka kegiatan. 

Selepas pembukaan dilakukan, pengujian pun dimulai. Peserta dibagi dalam tiga ruangan untuk memastikan jaringan internet berfungsi dengan baik dan kelas tidak terlalu bising. Seluruh peserta mengerjakan soal UKBI dalam tiga seksi, yakni Mendengarkan, Merespons Kaidah, dan Membaca. Para guru dapat mengetahui nilai masing-masing begitu soal selesai dikerjakan. Beberapa guru telah mendapat skor di atas standar jenjang predikat. Sejauh ini, tercatat seorang guru mampu memperoleh nilai sebesar 691, yakni berada pada predikat Sangat Unggul. Lima orang guru yang mendapat nilai baik diberi apresiasi berupa souvenir dari Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.