Kunjungan SMP Lenterahati ke Balai Bahasa Provinsi NTB: Pembinaan Bahasa Menjadi Fokus Pembelajaran

Mataram, 28 Januari 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terbuka dengan layanan kunjungan studi. Melanjutkan kunjungan sebelumnya, SMP Lenterahati melakukan studi ke Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 41 siswa putri dan 2 guru pendamping mengikuti pembinaan bahasa di Aula Cilinaya Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pada kegiatan ini, ketiga tim kerja memberikan materi kebahasaan. Kasman (Ketua Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra) mengawali pembelajaran dengan memperkenalkan Trigatra Bangun Bahasa, yaitu Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. Berdasarkan penjelasannya, slogan Trigatra Bangun Bahasa menjadi dasar pedoman dalam penggunaan bahasa Indonesia. Dalam sesi diskusi awal, salah seorang siswa bernama Lala menyampaikan pendapatnya. Menurutnya, bahasa Indonesia harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. "Kita harus melestarikan bahasa daerah agar tidak hilang dan kita harus menguasai bahasa asing untuk memudahkan dalam mencari pekerjaan," ungkapnya jelas.

Kasman menegaskan bahwa penting bagi masyarakat untuk memprioritaskan pengutamaan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa asing. Artinya, negara Indonesia mempunyai undang-undang bahasa yang tidak memiliki konsekuensi hukum. Akan tetapi, posisi bahasa Indonesia telah ditetapkan menjadi posisi yang paling utama.
Melestarikan bahasa daerah artinya menjaga penggunaan bahasa daerah kita agar tetap lestari dan digunakan oleh generasi muda. "Bahasa daerah mulai tergeser di kota-kota besar. Hal ini sangat disayangkan karena bahasa daerah adalah bagian dari identitas diri kita, baik secara pribadi, bermasyarakat, maupun bernegara. Dalam bahasa Sasak saja ada tingkatan penggunaan bahasa. Hal itu menunjukkan tingkatan norma dan adab yang mencerminkan kepribadian masyarakat Sasak. Di dalam bahasa Inggris misalnya, hal itu tidak ditemukan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan bahwa pembelajaran di kelas dasar boleh menggunakan bahasa daerah. Pembelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah seharusnya mengajarkan bahasa daerah, bukan bahasa asing," papar Kasman saat menjelaskan materi kebahasaan. Ia juga mengungkapkan bahwa bahasa asing perlu dipelajari dan dikuasai untuk menunjang pengetahuan secara utuh.

Kasman melanjutkan paparan dengan menjelaskan materi penambahan kaidah baru meliputi tanda baca, awalan, penganalogian, dan ejaan. Pemaparan materi dikemas dalam bentuk diskusi interaktif yang melibatkan keaktifan siswa dalam menjawab berbagai pertanyaan. Materi dilanjutkan oleh Zamzam Hariro (Ketua Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra). Ia menyampaikan materi tentang Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang kini menjadi salah satu program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui internasionalisasi bahasa Indonesia. Menurutnya, materi ini perlu diperkenalkan dan diketahui oleh siswa sebagai tambahan pengetahuan dan pandangan terkait tugas dan fungsi bahasa dan sastra. Posisi bahasa Indonesia diperkuat kedudukannya di kancah internasional melalui berbagai upaya strategis, salah satunya program BIPA yang mendorong warga asing untuk belajar bahasa Indonesia.

Berikutnya, Nurcholis Muslim (Ketua Tim Kerja Pembinaan Bahasa dan Sastra) menjelaskan literasi sekolah. Ia memperkenalkan inovasi Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar (BBM-MBB). Inovasi ini hadir menjawab tantangan kendala dan dinamika pembelajaran literasi sekolah. Untuk itu, sekolah didorong dapat mengimplementasikan inovasi pembelajaran ini ke siswa-siswa. Saat ini sasaran inovasi BBM-MBB berfokus pada pembelajaran literasi dasar untuk siswa SD dan SMP. Nurcholis juga menjelaskan mengenai penggunaan teks dalam bahasa Indonesia sebagai bekal siswa dalam memahami jenis-jenis teks. Dengan adanya pembelajaran ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan siswa dan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat komitmen untuk memberikan pembinaan bahasa dan sastra untuk seluruh satuan pendidikan di NTB.