Kuatkan Kemahiran Berbahasa Siswa, Balai Bahasa Provinsi NTB Sambut Kedatangan Siswa dan Guru SMP Lenterahati
Mataram, 27 Januari 2026-- Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan dari siswa SMP Lenterahati, Kabupaten Lombok Barat. Sebanyak 51 siswa hadir untuk menerima materi peningkatan kemahiran berbahasa. Pada kunjungan kali ini, Kasman dan Hartanto selaku penyuluh bahasa bertugas memberi materi.
Kegiatan dibuka oleh Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi NTB, Diah Rachma Yudita. Ia menyampaikan keterbukaan Balai Bahasa Provinsi NTB dalam memberi layanan penyuluhan bahasa dan sastra bagi seluruh kalangan. "Kami mohon maaf bila nanti belum bisa memberi pelayanan yang terbaik, tetapi kami selalu berusaha memberikan pelayanan secara optimal." Ia juga berharap ilmu dari para penyuluh dapat diserap dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh siswa dan guru.
Kasman mendapat giliran menyampaikan materi pertama kali. Sebelum masuk dalam materi ejaan dan kalimat, ia terlebih dahulu menjelaskan moto Badan Bahasa, yakni Trigatra Bangun Bahasa. Kasman menekankan pentingnya pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing untuk menjadi warga negara yang baik. "Jangan sampai bahasa Indonesia tidak hidup di tanah sendiri, meski menguasai bahasa asing juga penting dikuasai," tuturnya. Ia juga meminta para peserta menggunakan bahasa yang baik untuk membentuk kepribadian yang baik. Sebab ujar Kasman, bahasa menentukan diri pembicaranya. Orang yang berbudi baik akan menggunakan bahasa yang baik.
Pada sesi berikutnya, Kasman membuat kuis bagi seluruh peserta. Kuis yang ia berikan terkait dengan kemampuan membaca. Dua orang terbaik mendapat hadiah lawang dari Balai Bahasa Provinsi NTB. Kasman kemudian memberikan materi ejaan, mulai dari sejarah ejaan, rambu-rambu ejaan yang paling penting dipahami karena dapat membedakan makna, juga pembentukan kalimat agar kalimat efektif dan tidak ambigu. Pertanyaan-pertanyaan hadir dari pemantik yang diberikan Kasman, salah satunya sebab perubahan ejaan yang terjadi dalam sejarah Indonesia.
Materi berikutnya disampaikan oleh Hartanto, ketua Tim UKBI Balai Bahasa Provinsi NTB. Ia enggan melewatkan kesempatan ini untuk menyosialisasikan UKBI sebagai produk unggulan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Menurutnya, UKBI merupakan instrumen yang mampu mendeteksi kemahiran berbahasa Indonesia peujinya secara akurat. Ia menyayangkan belum pernah dilakukan UKBI secara kolektif di SMP Lenterahati, sebagaimana yang dilakukan oleh SD Lenterahati. Oleh karena itu, ia menyampaikan cara pendaftaran UKBI yang dapat dilakukan secara mandiri ataupun kolektif.
Kunjungan siswa SMP Lenterahati ini tidak menjadi kunjungan satu-satunya. Esok, lebih dari 40 siswa perempuan SMPN Lenterahati akan kembali berkunjung untuk mendapat materi penyuluhan dari penyuluh Balai Bahasa Provinsi NTB lainnya.