Dorong Dampak Nyata Kemitraan, Balai Bahasa Provinsi NTB Sepakati Perluas Aspek Kerja Sama dengan IPDN Kampus NTB dan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Univeritas Hamzanwadi
Mataram, 27 Januari 2026--Program kebahasaan dan kesastraan yang terus diuapayakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat diperkuat melalui legalitas kerja sama. Dua mitra strategis Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu IPDN Kampus NTB dan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Universitas Hamzanwadi menjadi sasaran penguatan kerja sama. Adapun penguatan tersebut disahkan melalui penandatangana Rencana Kerja Tahun 2026 sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama yang telah dilakukan oleh Badan Pengembanagn dan Pembinaan Bahasa dengan IPDN dan Universitas Hamzanwadi.
Melalui Tim Kerja Sama, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi berpesan bahwa mitra lembaga bukan hanya sebagai mitra yang bertugas berkontribusi menyukseskan program Balai Bahasa, tetapi juga merupakan agen strategis yang mendorong peningkatan kualitas bahasa dan sastra di berbagai aspek masyarakat. Untuk itu, menurutnya, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat harus menjaga kemitraan yang memberikan dampak nyata.
Sasaran pertama yang dikunjungi adalah IPDN Kampus NTB di Kabupaten Lombok Tengah. Disambut hangat oleh Direktur IPDN Kampus NTB, Dedy Suhendi, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menegaskan posisi dan komitmen kolaborasi di bidang aspek bahasa dan tata kelola pemerintahan. Adapun aspek kerja sama meliputi pelatihan bahasa Inggris bagi praja, pelatihan karya tulis ilmiah, dan pelatihan kedisiplinan pegawai. Pada kesempatan ini, Dedy Suhendi menuturkan bahwa IPDN Kampus NTB terbuka dalam kolaborasi bersama, apalagi kemitraan telah berjalan cukup lama. "IPDN Kampus NTB mendukung program kerja sama yang dapat saling memberikan manfaat. Apalagi saat ini ada kebijakan baru dari Mendagri yang mendorong praja mempunyai standar minimal hasil Toefl. Hal ini dilakukan untuk mendorong peningkatan beasiswa LPDP untuk para praja. Jadi, kami mengharapkan peran besar Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan hasil pembelajaran bahasa Inggris dan Toefl para praja IPDN Kampus NTB," jelasnya saat pertemuan di Ruang Direktur IPDN Kampus NTB (27/1).
Adanya kebijakan tersebut mendapat respons positif dari Ketua Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra, Zamzam Hariro. Ia mendukung langkah kebijakan ini sebagai bagian dari upaya mendorong praja dalam mengikuti pelatihan bahasa Inggris dan Toefl. Menurutnya, dengan adanya kebijakan yang menetapkan standar nilai tertentu maka akan memberikan motivasi kepada para praja. "Kebijakan tersebut dapat memengaruhi kemampuan praja dalam belajar, dalam arti dengan adanya penetapan standar yang telah ditetapkan oleh Mendagri, tentunya hal ini akan menjadi kebijakan yang diikuti oleh semua praja. Untuk itu, kami dari tim pengajar akan mencari formula pengajaran terbaik dalam upaya mendukung dan mewujudkan kebijakan ini," tandas Zamzam.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan kolaborasi dan memperkuat aspek pelatihan bahasa Inggris di semua kategori kelas, melaksanakan penguatan pembinaan laporan magang melalui pelatihan karya tulis ilmiah, pengenalan pemahaman bahasa dan budaya daerah untuk menunjang kemampuan praja dalam beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, dan penguatan tata kelola pemerintahan melalui pelatihan kedisiplinan bagi para pegawai Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Persepsi kolaborasi strategis dilanjutkan dengan mengunjungi Fakultaa Bahasa, Seni, dan Humaniora, Universitas Hamzanwadi. Tim Kerj sama diterima langsung oleh Dekan, yaitu Muh. Jaelani Ansori yang baru beberapa bulan menjabat. Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan langkah mengenai penguatan program bahasa dan sastra yang berdampak nyata untuk civitas academica. Pada pertemuan ini, Zamzam Hariro, Nurcholis Muslim, dan Baiq Ayu Candra menjelaskan hasil evaluasi pelaksanaan kerja sama pada tahun 2022--2025 dan menguatkan poin Rencana Kerja tahun 2026. Adapun poin Rencana Kerja yang dikolaborasikan bersama, yaitu UKBI Adaptif, Pendampingan Pengajaran BIPA, Revitalisasi Bhaasa Daerah, dan program layanan mahasiswa magang. Program magang merupakan poin kemitraan baru yang dimasukkan ke dalam Rencaan Kerja tahun 2026 ini.
Memurut Jaelani, terdalat empat jurusan di fakultas yang memiliki kesinambungan tugas dengan Balai Bahasa. "Harapan kami ke depan dengan adanya layanan magang ini dapat memudahkan kami dalam memberikan pelatihan kepada mahasiswa di dunia kerja. Kami akan mendorong mahasiswa kami magang untuk menyukseskan program skripsi mahasiswa. Untuk itu, kami berharap dukungan penuh dan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat menjadi fasilitator kami," ujar Jaelani saat diskusi di Ruang BIPA, Universitas Hamzanwadi.
Layanan mahasiswa magang menjadi salah satu dari 11 layanan yang dimiliki oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya poin kerja sama tersebut memudahkan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi fasilitator yang berkontribusi terhadap pengalaman kerja mahasiswa. Hal ini menjadi kesepakatan bersama yang siap diterapkan oleh kedua instansi di tahun 2026 ini.