Perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional: Merawat Bahasa Ibu Melalui Dongeng dan Permainan Tradisional
Mataram, 11 Februari 2026--Rangkaian perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) telah dimulai oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perayaan dibukan dengan kegiatan kunjungan bertajuk Merawat Bahasa Ibu melalui Dongeng dan Permainan Tradisional bersama siswa SDIT Ulul Albab. Memanfaatkan permohonan kunjungan yang dilayangkan ke Balai Bahasa Provinsi NTB, Tim Pelindungan dan Pemodernan Bahasa dan Sastra bersama staf Balai Bahasa lainnya menyiapkan sejumlah kegiatan yang berkenaan dengan bahasa daerah. Sebanyak 53 siswa dan 4 orang guru turut memeriahkan kegiatan ini.
Di Aula Cilinaya Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, seluruh siswa berkumpul untuk mendengar dongeng berbahasa Sasak yang telah disiapkan oleh staf Balai Bahasa. Sebelum itu, rangkaian pembukaan dilakukan. Seluruh komunikasi dalam kegiatan ini dilakukan dalam bahasa daerah di Nusa Tenggara Barat. Pewara dan pejabat pemberi sambutan berbahasa Sasak, sementara itu doa dipimpin dengan menggunakan bahasa Samawa.
Dalam sambutannya, Lale Li Datil, ketua Tim Pengembangan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi NTB, menyampaikan bahwa selain untuk merayakan HBII, kegiatan ini didesain untuk mengajak siswa belajar sambil bermain di luar kelas. Ia percaya bahwa pembelajaran yang menyenangkan, salah satunya dengan praktik melalui permainan-permainan mampu membuat materi pembelajaran lebih mudah diterima. Ia juga berharap siswa makin bangga menggunakan bahasa Sasak dalam kehidupan sehari-hari dan mampu memosisikan diri sebagai pelestari bahasa daerah. Datil kemudian meminta siswa terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan dan tidak takut untuk bersuara, baik menggunakan bahasa daerah maupun bahasa Indonesia.
Apa yang disampaikan Datil selaras dengan harapan yang disampaikan oleh perwakilan Kepala SDIT Ulul Albab, Kemal Idris. Kemal menyampaikan bahwa permohonan kunjungan belajar dilayangkan untuk memperkenalkan dunia di luar kelas sebagai lapangan bermain yang sesungguhnya. "Belajar yang sesungguhnya adalah belajar di luar kelas. Siswa diminta dapat menuangkan segala ilmu dan adab yang dipelajari di sekolah saat menghadapi orang-orang di luar sekolah," ujarnya. Selanjutnya, Kemal berharap pembelajaran kali ini tidak menjadi pembelajaran terakhir yang dapat dikerjasamakan dengan Balai Bahasa Provinsi NTB. Kolaborasi lebih lanjut diharapkan dapat dibicarakan untuk kemajuan pendidikan dan akhlak siswa.
Selepas pembukaan, dongeng berbahasa Sasak pun dibacakan oleh Baiq Jihan, Penyuluh Bahasa di Balai Bahasa Provinsi NTB. Jihan menyajikan cerita berjudul Sisoq Pacu dait Kedit Abot Dongeng diambil dari buku cerita hasil Sayembara Penerjemahan Bahasa Daerah Sasambo karya Rina Fajriati. Bersama Lale Li Datil, Jihan menyampaikan cerita dengan interaktif sehingga siswa yang masih belum biasa menggunakan bahasa Sasak mampu memahami cerita. Saat cerita selesai dibacakan, satu orang siswa diminta menceritakan kembali isi cerita menggunakan bahasa Sasak dengan bahasa sendiri. Sementara itu, siswa lainnya berkesempatan mendapat hadiah lawang apabila mampu menjawab pertanyaan berkenaan dengan cerita. "Alhamdulillah tiang seneng gati. Apelagi baru pas teceritean dongeng sik Kaka Cantik," tulis seorang siswa dalam memo stiker yang dibagikan staf selepas dongeng dibacakan. Ia mengaku senang bisa mendengar cerita berbahasa Sasak. Ada juga siswa yang menuliskan memo dengan bahasa ibunya sendiri, seperti bahasa Jawa dan bahasa Indonesia.
Selanjutnya, siswa diajak bermain di halaman Balai Bahasa Provinsi NTB. Ada tiga permainan tradisional yang telah disiapkan, yakni dengkleq, cungklik, dan selodor. Siswa dibagi dalam tiga kelompok dan secara bergantian memainkan permainan. Seluruh instruksi yang diberikan oleh staf menggunakan bahasa Sasak. Dengan demikian, siswa yang memahami mengajarkan siswa lainnya yang belum memahami instruksi. Cara belajar seperti ini dipercaya meningkatkan peran siswa dalam bekerja sama.
Rangkaian Hari Bahasa Ibu Internasional masih akan terus dilanjutkan. Berbagai sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media massa, akan terus dilakukan hingga HBII tiba, yakni pada 21 Februari 2026 mendatang.