Berpartisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tematik Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, Balai Bahasa Provinsi NTB Kolaborasikan Penguatan Literasi Numerasi

Kabupaten Lombok Tengah, 11 Februari 2026--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berpartisipasi aktif dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah yang diselenggarakan oleh Bapperida Lombok Tengah dan Inovasi. Kegiatan yang mengangkat tema "Menghadirkan Pendidikan Berkualitas untuk Semua" dilaksanakan di Aula Bupati Lombok Tengah. Pada kesempatan ini, hadir Ketua Tim Kerja Pembinaan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nurcholis Muslim. Mewakili Plt. Kepala Balai, ia mengungkapkan bahwa Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah aktif mengikuti kegiatan Musrenbang sejak tahun 2025. Keterlibatan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai upaya untuk mengintervensi dan menguatkan program kolaborasi di satuan pendidikan Kabupaten Lombok Tengah. "Selama dua tahun ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat selalu berpartisipasi dalam kegiatan Musrenbang Tematik Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah. Kita berupaya mengintervensi pendidikan literasi numerasi yang akan mendorong peningkatan nilai Rapor Pendidikan satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah. Kita menguatkan kolaborasi bersama dengan mitra Inovasi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah melalui program kemitraan yang menyasar pelatihan bahasa Indonesia dan giat literasi ke berbagai satuan pendidikan," papar Nurcholis.

Program kemitraan atau kolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Lombok Tengah menjadi bagian dari upaya dan strategi Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mendorong pembelajaran literasi numerasi yang lebih aktif dan merata ke sekolah. Hal tersebut senada dengan latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini. Menurut Kepala Bidang Bapperida Lombok Tengah, Sri Mulyani Widiastuti, kegiatan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk perencanaan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak untuk pendidikan. Musrenbang ini merupakan wadah untuk berbagi informasi dan pengalaman berbagai pihak, mengidentifikasi dan merumuskan solusi meningkatkan kualitas pendidikan. Adapun tujuan kegiatan ini adalah memastikan bahwa isu prioritas pendidikan dan layanan pendidikan, seperti anak tidak sekolah, literasi numerasi, pendidikan inklusif, pendidikan karakter, dan digitalisasi pembelajaran, dapat diakomodasi dalam perencanaan 2027 sebagai rencana kerja. Tujuan lainnya adalah menyusun usulan program prioritas untuk mendukung isu pendidikan, menguatkan kolaborasi lintas sektor pendidikan, dan menguatkan implementasi peningkatan kualitas dan layanan pendidikan ini.

Penegasan juga disampaikan oleh Ketua Inovasi, Jamaluddin. Ia menyatakan dukungan Inovasi bagi lembaga atau individu yang bersemangat dalam memajukan pendidikan. "Kami berharap bahwa penguatan mekanisme yang sudah ada di Lombok Tengah ini dapat konsisten melaksanakan Musrenbang Tematik Pendidikan. Kegiatan ini menjadi wadah kita untuk merumuskan penetapan prioritas dengan memperhatikan kriteria yang jelas dan strategis, serta suatu hal yang dapat dilaksanakan bersama. Musrenbang ini mengejar hal penting yang memenuhi kriteria dan dasar kualitas prioritas pendidikan. Kita berharap hasil program Musrenbang ini tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga dapat kita laksanakan sesuai dengan kapasitas kita dan sesuai dengan arah kebijakan daerah dan nasional," tegas Jamaluddin.

Wakil Bupati, H. Nursiah, yang hadir membuka kegiatan secara resmi, turut menguatkan arah kebijakan vital yang akan disusun dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Berdasarkan penjelasannya, hal yang paling penting selama empat tahun terakhir adalah skor rapor pendidikan Kabupaten Lombok Tengah terus naik berkat kerja keras semua pihak. Pada kegiatan ini, kita akan membahas lima isu pendidikan, yaitu wajib belajar 13 tahun, literasi numerasi, pendidikan karakter, pendidikan inklusi, dan digitalisasi pembelajaran. "Terkait dengan literasi, menurut saya memang perlu adanya sekolah percontohan. Saya berharap berbagai usulan yang akan dihasilkan dapat mengukur capaian nyata yang dibutuhkan oleh masyarakat Kabupaten Lombok Tengah sehingga kita dituntut untuk mengurai akar masalah pendidikan," imbuh H. Nursiah.

Berikutnya, paparan disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Idham Halid. Ia menyampaikan materi "Arah Kebijakan dan Rencana Strategis Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah". Ia memaparkan bahwa ada tiga hal utama yang menjadi indikator keberhasilan Rapor Pendidikan, yaitu kemampuan literasi, kemampuan numerasi, dan angka partisipasi sekolah. Terdapat berbagai tantangan dan permasalahan meliputi anak tidak sekolah, kondisi infrastruktur, pendidikan usia dini, distribusi guru, dan isu sosial. Adapun arah kebijakan yang menjadi konsentrasi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah pada Tahap I 2026 adalah akselerasi wajib belajar, lingkungan belajar, literasi dasar, dan digitalisasi. "Untuk mewujudkan semua ini dibutuhkan kerja keras dan komitmen bersama satuan pendidikan untuk terus meningkatkan pendidikan literasi, numerasi, dan partisipasi sekolah," papar Idham saat menyampaikan materi.

Peserta yang hadir pada kegiatan ini berasal dari lintas sektor mulai dari Balai Bahasa, BGTK, BPMP, OPD terkait, Basarnas, pengawas sekolah, perwakilan kepala sekolah, Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah, dan berbagai lembaga lainnya. Peserta berjumlah 76 orang telah mewakili berbagai unsur pemangku kepentingan yang akan merumuskan arah kebijakan tahun 2027 melalui serangkaian diskusi. Sesi diskusi dibagi ke dalam lima kelompok sesuai dengan tema isu tematik pendidikan. Harapannya, melalui diskusi yang utuh akan menghasilkan berbagai rumusan arah perencanaan dan pembangunan tematik pendidikan tahun 2027 di Kabupaten Lombok Tengah.