Balai Bahasa Provinsi NTB Hadiri Sinergi Lintas Kementerian dan Daerah: Wakil Gubernur NTB Pimpin Penguatan Ekosistem Pendidikan Bersama Inovasi NTB
Mataram, 25 Februari 2026--Bertempat di Aula Kantor Bupati Lombok Tengah, sebuah langkah strategis untuk masa depan pendidikan Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dipertegas. Kegiatan pemantauan rutin enam bulanan program Inovasi (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) kali ini dihadiri oleh jajaran petinggi dari tingkat pusat hingga daerah. Program ini dilaksanakan guna mengevaluasi rubrik ekosistem pendidikan di lima kabupaten mitra.
Kasman (Widyabasa Ahli Muda) berkesempatan memghadiri kegiatan mewakili Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. Acara dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti yang dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan adalah kerja kolaboratif. Turut hadir Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri yang memberikan paparan mengenai lompatan status daerahnya dari "Strengthened" menuju "Empowered". Kehadiran seluruh pemangku kepentingan hari ini, mulai dari Bappenas hingga Balai Bahasa adalah bukti bahwa berbagai instansi tidak lagi bekerja dalam sekat-sekat yang terpisah. "Kita sedang membangun satu ekosistem yang utuh," ujar salah satu perwakilan pusat dalam sesi diskusi.
?Meski demikian, catatan evaluasi tetap diberikan, terutama bagi daerah seperti Kabupaten Bima untuk segera mengonversi shared goals (tujuan bersama) menjadi aksi kolektif yang lebih nyata di tingkat sekolah.
?Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan capaian signifikan dari lima kabupaten di Nusa Tenggara Barat, yaitu Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Bima, dan Dompu. Fokus utama evaluasi ini adalah mengukur pergerakan daerah dari fase "Activated" menuju "Strengthened" hingga mencapai tahap "Empowered".
?
Catatan perkembangan daerah
?berdasarkan rubrik ekosistem yang digunakan menunjukkan bahwa masing-masing daerah menunjukkan progres yang bervariasi.
?Lombok Tengah dan Lombok Timur menunjukkan tren positif dari status "Strengthened" menuju "Empowered". Di Lombok Tengah, kolaborasi "Trio Kunci" makin aktif memperluas isu literasi-numerasi hingga ke isu inklusi dan anak tidak sekolah (ATS). Sementara itu, di Lombok Timur, fokus utama tertuju pada pemanfaatan data PBS untuk pendidikan inklusif.?Lombok Barat berhasil beranjak dari "Activated" ke "Strengthened: melalui pembentukan tiga Kelompok Kerja (Pokja) yang melahirkan program unggulan daerah bernama PELITA LOBAR. Dompu telah mencapai tahap "Strengthened" dengan kesepakatan program BAREEKA yang mencakup literasi, etika, numerasi, dan kerja, dibarengi dengan semangat kolaborasi yang terus meningkat. Kabupaten Bima saat ini berada pada fase "Activated". Meski telah memiliki tujuan bersama dan catatan konsep yang jelas, tantangan utama ke depan adalah mendorong aksi kolektif yang lebih nyata.
?Meskipun dorongan untuk kolaborasi berkelanjutan menunjukkan kemajuan, kegiatan ini juga memberikan catatan penting bagi seluruh daerah. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah perlunya penguatan refleksi dan evaluasi antaraktor. Hal ini bertujuan agar rencana aksi yang sudah tersusun tidak hanya menjadi dokumen, tetapi diimplementasikan secara efektif di lapangan. Melalui pendampingan rutin ini, Inovasi NTB berharap setiap kabupaten mampu membangun ekosistem pendidikan yang tangguh, inklusif, dan mandiri demi meningkatkan kualitas belajar siswa di seluruh pelosok daerah.