Tingkatkan Literasi, Balai Bahasa Provinsi NTB Bekali Guru SD dan MI se-Lombok Tengah dengan Buku Bahan Bacaan Bermutu
Mataram, 25 Februari 2026–Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan bertajuk "Pembekalan dan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu bagi Guru SD dan MI" se-Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem literasi di sekolah melalui pemanfaatan bantuan buku bacaan yang telah didistribusikan oleh Kemendikdasmen. Kegiatan yang diikuti oleh 60 guru dan 10 pengawas tersebut diselenggarakan di Aula Cilinaya, Balai Bahasa Provinsi NTB.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, menekankan bahwa ketersediaan buku hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana guru dapat menghidupkan buku tersebut di ruang kelas. "Buku bacaan bermutu bukan sekadar pajangan di rak perpustakaan. Guru adalah jembatan yang menghubungkan imajinasi anak dengan nilai-nilai dalam buku tersebut. Melalui pembekalan ini, kami ingin memastikan buku-buku ini menjadi sarana belajar yang menyenangkan dan mampu meningkatkan minat baca siswa secara signifikan," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Tengah, H. Jumadi, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antarinstansi sangat diperlukan untuk mengejar ketertinggalan skor literasi daerah. Ia juga menegaskan bahwa guru-guru di Lombok Tengah harus kreatif dalam mengintegrasikan buku bacaan ke dalam kurikulum. "Kami berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Dengan teknik pemanfaatan buku yang tepat, kita bisa menciptakan generasi 'Tatarian' (cerdas) yang literat dan kritis sejak dini," tuturnya.
Terdapat lima orang narasumber yang menyampaikan materi pada kegiatan ini, yaitu Safoan Abdul Hamid, Zamzam Hariro, Lentera Nurani Setra, Hartanto, dan Ni Ketut Mayoni (perwakilan dari Inovasi NTB). Safoan Abdul Hamid menyampaikan materi terkait penjenjangan buku, Zamzam Hariro menyampaikan materi terkait inovasi Balai Bahasa Provinsi NTB, yaitu BBMBB (Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar), Lentera Nurani Setra menyampaikan materi terkait evaluasi hasil bacaan siswa, Hartanto menyampaikan materi terkait UKBI Adaptif, dan Ni Ketut Mayoni menyampaikan materi sekaligus melakukan praktik bagaimana cara menarik minat baca siswa di sekolah.