Dampingi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah dalam Penyusunan Buku Teks Mulok Bahasa Sasak, Balai Bahasa Provinsi NTB Tekankan Penggunaan Bahasa Daerah
Mataram, 19 Februari 2026--Balai Bahasa Provinsi NTB menerima kunjungan Kelompok Kerja Pengawas SD dan SMP Kabupaten Lombok Tengah. Mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Tim Pengawas sekaligus Tim Penyusun Buku Teks Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Sasak melakukan upaya penguatan program penyusunan buku teks. Diketuai oleh Muhammad Hakiki, tim penyusun memastikan bahwa kunjungan ke Balai Bahasa Provinsi NTB menjadi langkah tepat untuk mendapatkan pembinaan.
Kunjungan diterima oleh Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, bersama tim kerja. Ia mengapresiasi langkah besar yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB melalui Tim Penyusun Buku Teks Mulok. Berdasarkan penuturannya, Balai Bahasa Provinsi NTB telah melaksanakan program Revitalisasi Bahasa Daerah, tetapi buku muatan lokal belum ada. "Ternyata Bapak dan Ibu sudah memulai langkah terdepan. Tentu hasil penyusunan buku ini tidak bisa selesai sekarang, akan selalu ada revisi bahan dan target pembelajaran," terang Zamzam saat menerima kunjungan di Ruang Anjani Balai Bahasa Provinsi NTB.
Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan yang disampaikan oleh Muhammad Hakiki, perwakilan dari Tim Penyusun Buku Teks. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan amanah dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah untuk menyusun buku cerita berbahasa Sasak. Pada bulan November—Desember 2025, tim telah menyusun panduan buku muatan lokal. Secara spesifik, tim diminta menyusun buku cerita jenjang SD dan SMP berbahasa Sasak. "Panduan mata pelajaran mulok telah kami selesaikan dan terintegrasi dengan pembelajaran mendalam sesuai dengan kurikulum saat ini. Kami sadar guru bahasa Sasak SD di Lombok Tengah masih banyak yang berasal dari guru nonbahasa Sasak. Untuk itu, kami menyusun buku teks sebagai bahan dan panduan pembelajaran," papar Muhammad Hakiki.
Ia menambahkan bahwa isi buku menggunakan dialek Pejanggik dan Pujut. Untuk buku teks utama menggunakan dialek Pejanggik melihat persebaran penutur bahasa Sasak dialek Pejanggik yang lebih banyak. Tim juga membutuhkan referensi untuk penulisan bahasa Sasak dalam aksara Latin. "Kami kesulitan mencari bahan referensi. Kami membutuhkan arahan dari Balai Bahasa Provinsi NTB," imbuh Hakiki melanjutkan penjelasannya.
Menanggapi penjelasan dari Muhammad Hakiki, Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB menambahkan bahwa penyusunan buku bahan ajar ini sangat luar biasa. Kadang hasil penyusunan dari praktisi lebih tajam sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan dialek Pejanggik memang diakui memiliki persebaran penggunaan penuturnya lebih banyak. Akan tetapi, mungkin bisa ditambahkan penulisan dialek yang lebih beragam dan ditambahkan terjemahan yang lebih lengkap untuk memudahkan pembaca dan semua dialek dapat diakomodasi dalam buku.
Lebih lanjut, ia menyarankan bahwa buku anak-anak perlu banyak aktivitas. Perlu desain yang tepat untuk menampilkan hal itu. Struktur teks dalam buku bisa dibuat tahapan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, serta penambahan aktivitas interaksi seperti dialog dan latihan dalam buku. Ia juga menyarankan dalam penyusunan buku ini agar melibatkan banyak pihak untuk menambah khazanah kekayaan ilmu. Semakin banyak pihak yang terlibat maka semakin baik dan lengkap pengetahuan yang disajikan dalam buku tersebut.
Berikutnya, Kasman turut memberikan saran. Ia menegaskan pentingnya mengikuti prinsip pembelajaran dari tahapan yang paling mudah baru ke yang paling sulit. Hal ini untuk membantu proses pemahaman siswa. Ia juga menjelaskan sistem ejaan bahasa Samawa yang menurutnya cukup dekat dengan sistem ejaan bahasa Sasak. Kasman melanjutkan diskusi pertemuan dengan memberikan praktik penulisan ejaan dalam bahasa Sasak. Lale Li Datil, Ketua Tim Kerja Pengembangan Bahasa dan Sastra, juga membagikan dan menjelaskan contoh penyusunan buku teks BIPA sebagai salah satu tambahan referensi. Berbagai catatan pembinaan juga disampaikan saat pertemuan berlangsung. Catatan tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut untuk penyempurnaan penyusunan buku teks muatan lokal bahasa Sasak jenjang SD dan SMP di Kabupaten Lombok Tengah.