Mandalika-Bumi Upayakan Internasionalisasi Bahasa Indonesia Melalui Kolaborasi Bersama Desa Wisata Tetebatu
Lombok Timur, 18 Februari 2026--Proses internasionalisasi bahasa Indonesia terus dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB melalui berbagai kegiatan, salah satunya Penyegaran BIPA untuk Masyarakat Inovatif (Mandalika-Bumi). Setelah sebelumnya menyasar Gili Trawangan, pada kesempatan ini Mandalika-Bumi kembali menyasar desa wisata lainnya yang ada di Pulau Lombok. Kali ini Desa Tetebatu menjadi salah satu destinasi penyebaran inovasi Balai Bahasa Provinsi NTB.
Tujuan dari Balai Bahasa Provinsi NTB menyasar destinasi wisata yang banyak dikunjungi orang asing adalah agar program prioritas dapat terwujud dengan bertambahnya warga negara asing yang mempelajari bahasa Indonesia. Fasilitasi pembelajaran bahasa Indonesia bagi warga negara asing dikemas dalam bentuk kolaborasi bersama pegiat dan pelaku wisata untuk memberikan pembelajaran bahasa Indonesia. Selain berwisata, melalui fasilitasi ini, warga negara asing dapat pula mengenal bahasa dan budaya Indonesia.
Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB turut hadir pada kesempatan ini dengan didampingi oleh Tim Inovasi Mandalika-Bumi. Kepala Desa Tetebatu, Sabli menyambut hangat di kediamannya. Sabli menunjukkan antusiasme menyambut inovasi yang ditawarkan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB. "Melalui program ini saya melihat terobosan baru. Ini akan menjadi tambahan paket yang dapat kami tawarkan di Tetebatu kepada warga negara asing," ujarnya bersemangat.Menurut data yang disampaikan Sabli, sepanjang tahun 2025 terdapat lebih dari 21.000 kamar penginapan terjual di Tetebatu. Tentu hal ini menjadi peluang yang besar dalam pelaksanaan inovasi ini. Sebelumnya, Desa Wisata Tetebatu menawarkan beberapa paket wisata, seperti Menjelajah Alam dan Kelas Memasak. Berdasarkan analisis pegiat/pelaku wisata di Desa Tetebatu, beberapa wisatawan hanya menginap dalam waktu yang singkat karena paket yang ditawarkan terbatas. Dengan usulan paket penyelenggaraan kelas bahasa dan budaya Indonesia, diharapkan selain dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Tetebatu, juga dapat menambah lama waktu menginap para wisatawan yang tentunya berdampak pada pendapatan masyarakat lokal Desa Tetebatu.