Balai Bahasa Provinsi NTB Jajaki Pengelolaan Desa Wisata dan Penguatan Literasi di Kecamatan Montong Tanggak, Kabupaten Lombok Timur

Lombok Timur, 7 Februari 2026-Balai Bahasa Provinsi NTB melakukan koordinasi terkait penjajakan desa wisata literasi ke beberapa instansi di Kecamatan Montong Ganding, Kabupaten Lombok Timur. Zamzam Hariro, selaku Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, bertemu dengan Camat Montong Gading, Arpin, dan Kepala Desa Pesanggrahan. Dari pertemuan tersebut, muncul gagasan untuk mengembangkan kawasan Pesanggrahan sebagai salah satu objek pengembangan desa wisata literasi.

Kawasan Pesanggrahan terkenal dengan wisata alamnya, terutama Air Terjun Otak Kokok. Namun, Pesanggrahan juga memiliki potensi budaya dan literasi yang besar, seperti pementasan wayang, gendang belek, tembang, dan tempat baca. Potensi tersebut belum dikemas secara maksimal. Oleh karena itu, Balai Bahasa Provinsi NTB menawarkan untuk mengemasnya menjadi desa wisata literasi.

Setelah itu, Zamzam Hariro juga mengunjungi MTs dan MA Nahdlatul Wathan (NW) Pringgajurang. "Balai Bahasa Provinsi NTB punya tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra. Saya berharap, sekolah-sekolah berkenan untuk bekerja sama dengan kami untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah mengukur kemampuan bahasa Indonesia dan siswa ataupun guru dengan UKBI. Selain itu, kami juga bisa membantu untuk meningkatkan kualitas literasi siswa dengan program inovasi Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar (BBM-MBB) setelah ada kerja sama antara Balai Bahasa dengan MTs dan MA Nahdlatul Wathan Pringgajurang."paparnya.

Harapan tersebut disambut baik oleh para guru di MTs dan MA NW Pringgajurang. Selama ini, literasi siswa memang dinilai kurang. Hal tersebut ditengarai disebabkan oleh kurangnya ketersediaan buku bacaan yang memadai. Oleh karena itu, para guru berterima kasih atas inisiasi Balai Bahasa terkait pembinaan literasi dan pemberian buku bacaan penunjang literasi

Zamzam Hariro pun juga memamerkan produk BBM-MBB. Ia mencontohkan cara penggunaan buku panduan BBM-MBB. Dengan adanya program tersebut, para guru akan terbantu dalam menanamkan rasa gemar membaca kepada para siswa sekaligus mengevaluasinya. Dari kunjungan ini, Balai Bahasa Provinsi NTB langsung menyasar dua hal, yaitu pendidikan dan pariwisata. Harapannya, keduanya dapat berjalan berkesinambungan. Hasil dari pendidikan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan daerah di sekitarnya.