Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat Selenggarakan Reviu Pencapaian Rencana Strategis (Renstra) Selama Tahun 2025

Mataram, 2 Februari 2025-- Salah satu agenda yang penting dilakuan untuk memenuhi akuntabilitas kinerja satuan kerja ialah Reviu Rencana Strategis. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah melakukan penyusunan rencana strategis jangka menengah untuk tahun 2025--2029. Seluruh indikator kinerja kegiatan telah ditetapkan sesuai dengan visi, misi, tugas, dan fungsi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sebanyak 12 indikator dari 7 sasaran kerja telah didefinisikan dan dirancang kegiatan turunannya sehingga telah ditentukan target-target yang jelas. Untuk memastikan ketercapaian target dan penelaahan kendala, dilakukan reviu pelaksanaan rencana strategis setiap tahunnya.

Di tahun 2025, reviu pertama dilakukan dengan berfokus pada penelaahan kendala. Reviu diselenggarakan melalui rapat kerja yang dipimpin oleh Tim Reviu Renstra Balai BAhasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lentera selaku koordinator menjelaskan bahwa rapat reviu akan membahas capaian sasaran renstra dan indikator kinerja renstra; kendala, permasalahan, dan tindak lanjut; diskusi dan evaluasi penentuan target PK tahun 2026 yang perlu disesuaikan dengan capaian kinerja tahun 2025; serta penyusunan rekomendasi untuk optimalisasi capaian di tahun berikutnya.

Seluruh anggota tim yang diwakili oleh masing-masing anggota tim kerja, tim pelaporan, dan tim perencana program hadir mendiskusikan agenda reviu bersama Kepala Balai dan Kepala Subbagian Umum. Sebagaimana catatan yang disampaikan selama reviu laporan kinerja di bulan lalu, tercatat bahwa hampir seluruh indikator kinerja kegiatan terlaksana dengan baik dan memenuhi target. Hanya satu indikator yang teridentifikasi belum mencapai target, yakni indikator Persentase Penutur Teruji yang Sesuai dengan Predikat Kemahiran Berbahasa Profesinya. Terutama terhadap indikator ini, kendala dan tantangan yang dihadapi setiap pelaksana tugas dibahas dan diuraikan bersama. Satu di antara kendala yang paling berpengaruh ialah belum terjadinya kesinambungan antara program penguatan literasi dan peningkatan kemahiran berbahasa dengan program pengujian bahasa.

Zamzam Hariro selaku Plt Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat segera memberi arahan untuk menggencarkan program penguatan literasi dan kolaborasi antarinstansi pendidikan dalam hal keseriusan meningkatkan kemahiran berbahasa. Di awal tahun 2026, program ini segera ditindaklanjuuti oleh tim kerja terkait dengan berkolaborasi bersama guru yang tergabung dalam PGRI Kota Mataram cabang Sandubaya. Hartanto selaku penanggung jawab program juga segera mengeksekusi kolaborasi lainnya, seperti kepada universitas dan yayasan pendidikan lainnya.

Rekomendasi-rekomendasi juga disampaikan menanggapi kendala yang terjadi dalam pemenuhan program lainnya. Zamzam dan tim perencanaan juga membuka diskusi terkait penentuan target di tahun 2026. Target di tahun 2026 wajib melebihi capaian kerja di tahun 2025. Namun demikian, penetapan target ini juga harus disertai dengan komitmen seluruh pegawai dalam mewujudkannya. Untuk itu, Zamzam meminta seluruh penanggung jawab secara proaktif membangun relasi baik dan segera mengeksekusi nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh pemerintah daerah. Hasil reviu kemudian dilaporkan kepada eselon I Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.