Peran Balai Bahasa dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu bersama BPMP NTB

Mataram, 6 Maret 2026--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terlibat dalam Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi NTB 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB. Kegiatan ini mengusung tema "Memperkuat Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Bersama pemangku kebijakan dari berbagai instansi, Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Zamzam Hariro, hadir langsung di Hotel Lombok Raya, lokasi kegiatan, untuk menyumbangkan ide-ide dan mendiskusikan peran Balai Bahasa dalam mewujudkan pendidikan bermutu.

Disampaikan oleh Kepala BPMP dalam sambutannya bahwa kegiatan ini dilaksanakan terutama untuk menjaring isu pendidikan dan menyusun strategi pencapaian solusi di NTB. Oleh karena itu, mitra kerja dari berbagai daerah di NTB yang dirasa mampu melancarkan strategi peningkatan mutu pendidikan dihadirkan. Di antara mereka adalah Pimpinan Balai Bahasa, BGTK, Kanwil Kemenag, PGRI, IGI, dan komunitas-komunitas serta pengawas sekolah.

Zamzam mengamati berbagai program prioritas daerah yang dipaparkan oleh narasumber kegiatan, yakni Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti. Tiga tujuan Provinsi NTB adalah NTB tanpa kemiskinan (Pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan melalui penyediaan layanan dasar), NTB Makmur (Lumbung Pangan Nasional), dan NTB Mendunia (Destinasi Wisata). Zamzam meyakini Balai Bahasa Provinsi NTB perlu ambil peran dalam program prioritas tersebut, terutama dalam mengedepankan poin ketiga Trigatra Bangun Bahasa. Salah satu layanan dasar adalah pendidikan dasar yang mampu menunjang hidup masyarakat, salah satunya kebutuhan bahasa asing.

Di tahun 2026, Provinsi NTB menargetkan sejumlah lulusan SMK untuk mampu bersaing dalam dunia kerja, tidak hanya dalam negeri, tetapi luar negeri. Oleh karena itu, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu layanan dasar yang dapat diberikan oleh pemerintah daerah. Namun, beberapa kendala diakui Nelly masih dihadapi oleh calon pekerja, yakni pelatihan yang dijalankan belum mencapai hasil yang memuaskan. Dari lebih dari 200 calon pekerja, hanya 20-an yang berhasil lulus akibat kendala bahasa.

"Ini satu kesempatan besar bagi Balai Bahasa untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penyediaan pengajar bahasa asing. Perlu disusun skema yang baik untuk menjadikan pelatihan berbahasa asing lebih efektif," tutur Zamzam Hariro dalam kesempatan terpisah. Zamzam juga menyoroti program prioritas yang ketiga, yang menurut Nelly dapat diwujudkan melalui Desa Berdaya.

Desa Berdaya mendorong kemandirian desa dengan mengoptimalkan potensi lokal. Program ini menargetkan 1.166 desa/kelurahan secara bertahap, memberikan bantuan keuangan khusus senilai Rp300-500 juta per desa, serta berfokus pada data, pemberdayaan UMKM, dan infrastruktur dasar. Zamzam menangkap keterkaitan program ini dengan Mandalika Desa Wisata Literasi (Dewisali) dan Mandalika BIPA untuk Masyarakat Inovatif (BUMI). Program ini juga dapat dihubungkan dengan program MbakDesi inovasi BPMP NTB yang juga menyasar desa. Pintu kolaborasi terbuka lebar. Zamzam berhasil mengomunikasikan rencana kolaborasi layanan BIPA dan literasi bagi desa wisata di NTB untuk menambah kekayaan dan potensi masyarakat desa.

Di hari kedua kegiatan (7/3), Zamzam menyerap informasi dari pemerintah pusat, yakni Sutanto dari Direktorat PAUD Dasmen. Terdapat sepuluh program prioritas, dengan tiga di antaranya adalah program revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, dan sekolah terintegrasi. Digitalisasi pembelajaran salah satunya diwujudkan dengan papan interaktif yang telah disebarkan di sekolah-sekolah oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Bagi Zamzam, keberadaan papan digital interaktif ini perlu disadari oleh seluruh staf Balai Bahasa Provinsi NTB. Ia merasa perlu mempelajari secara lebih jauh fitur dan fungsi yang dapat dimanfaatkan pada papan digital untuk pembelajaran bahasa, sebagaimana yang telah dilakukan Balai Bahasa pada Chromebook di tahun-tahun sebelumnya. Pada sesi telusur galeri, yakni kegiatan setelah pemaparan materi, Zamzam berkesempatan mempelajari penggunaan papan digital bersama staf BPMP NTB.

Program selanjutnya, yakni diskusi kelompok terpumpun dengan subtema Tes Kemampuan Akademik (TKA). Rata-rata nilai Bahasa Indonesia siswa di Provinsi NTB di TKA terakhir menunjukkan hasil yang paling tinggi dibandingkan Matematika dan Bahasa Inggris, yakni 50,72. Namun, tetap saja nilai ini masih ada di bawah rata-rata nasional. Sementara itu, nilai Bahasa Inggris adalah nilai terendah dibanding mata pelajaran lain, yakni hanya 23.07. Diskusi ini membuka wawasan Balai Bahasa untuk fokus melakukan pendampingan kepada sekolah dalam meningkatkan literasi kebahasaan siswa.

Diskusi terus berlanjut hingga sore hari. Identifikasi ruang kolaborasi akan dilakukan di sesi berikutnya dan esok, akan dilakukan presentasi kolaborasi antarlembaga pendidikan yang dapat diimplementasikan di tahun 2026.