Program Balai Bahasa untuk INOVASI NTB
Mataram, 7 Maret 2026--Salah satu program rutin Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah Lokakarya Fasilitator Daerah (Fasda). Dalam Lokakarya Fasda Fase 3 Gelombang 4, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kepala BPMP dan BGTK NTB sebagai UPT Kemendikdasmen diminta memperkenalkan program prioritas yang dicanangkan oleh Kemendikdasmen. Kepada seluruh Fasda, Zamzam secara khusus menyampaikan inovasi dalam menunjang salah satu program priotas Kemendikdasmen, yaitu pembangunan bahasa dan sastra. Inovasi tersebut adalah Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar (BBM-MBB).
Sebelum menjelaskan BBM-MBB, Zamzam menyampaikan pentingnya kesamaan pemahaman bahasa guru dan siswa dalam pembelajaran. Guru wajib memastikan siswa memiliki pemahaman yang sama terkait kosakata yang akan dilontarkan oleh guru/pengajar, baru menyamakan persepsi. "Sebab yang jauh bukan Antartika, tetapi antarkita yang tidak saling memahami. Oleh karena itu, secanggih apa pun Bapak dan Ibu mengajar, kalau kosakata Bapak dan Ibu tidak mampu dipahami anak-anak, akan percuma," jelasnya.
Inovasi Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar diyakini Zamzam mampu dengan mudah meningkatkan kekayaan kosakata. Program ini didesain untuk memastikan ketuntasan membaca siswa, baik tuntas secara kuantitas maupun kualitas. Dengan adanya inovasi ini, siswa dituntut untuk disiplin membaca dengan ketuntasan maksimal, yakni mampu memahami bacaan sepenuhnya dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan. Tidak hanya membaca bacaan informatif berupa fakta, siswa juga diperkenalkan dengan bacaan sastra yang mampu mengembangkan imajinasi siswa.
"Membaca sastra mampu membuat anak memikirkan kemungkinan-kemungkinan, membayangkan fakta yang sulit mereka lihat dalam dunia nyata. Mereka dapat membayangkan kedalaman samudra dari karya sastra dan bahasa-bahasa yang tidak lugas, melainkan melalui perumpamaan, sinonim, kolokasi, dan hal-hal yang tidak literal. Saya pikir ini cara terbaik untuk membuat siswa memahami sesuatu secara efektif dan tidak membosankan," pungkasnya.
Fasda diharapkan dapat mengimplementasikan program ini. Partisipasi fasda yang literat dan telah dibekali kemampuan pedagogis tinggi akan sangat membantu membuat program ini mencapai tujuan utamanya: meningkatkan literasi siswa. Menurut Zamzam, program ini telah berjalan selama satu tahun dan kolaborasi bersama INOVASI NTB telah dilakukan, yaitu bersama dengan guru-guru di Lombok Tengah. Ia akan memastikan wilayah lain juga akan mendapatkan materi terkait BBM-MBB dan seluruhnya melakukan pengimbasan.
Selepas sesi pemaparan, beberapa pertanyaan diajukan kepada Zamzam Hariro. Salah satu dosen dari Hamzanwadi meminta fasilitasi peningkatan literasi khusus penyandang disabilitas. Perwakilan guru dan Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur mengharapkan dukungan Balai Bahasa untuk membentuk kurikulum muatan lokal, yakni bahasa daerah, di Kabupaten Lombok Timur. Zamzam akan menindaklanjuti permohonan ini dan mendiskusikannya di kesempatan terpisah.