Rancangan Pelatihan Program BIPA dan UKBI Balai Bahasa Provinsi NTB dengan MaLFI NTB

Mataram, 10 Maret 2026--Sebagai salah satu bagian dari program prioritas internasionalisasi bahasa Indonesia, program BIPA menjadi fokus pengembangan yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB. Sesuai dengan arahan Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, ia menekankan kolaborasi dengan mitra kerja dapat memperluas jangkauan dan sasaran program BIPA.

Pada pertemuan dengan Mataram Lingua Franca Institute (MaLFI) NTB hari ini di Ruang Anjani Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam mengutarakan bahwa program BIPA harus menyasar berbagai kalangan pemelajar, baik bersifat individu maupun lembaga. Program kolaborasi yang digagas bersama MaLFI NTB rencananya akan menyasar PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Gagasan ini hadir dari sinergi tugas dan fungsi Balai Bahasa Provinsi NTB dan kebutuhan pemelajar BIPA. MaLFI NTB sebagai mitra kerja sama menyatakan kesiapan untuk merancang program Pelatihan BIPA bersama Balai Bahasa Provinsi NTB. Hal ini sebagai tindak lanjut diskusi kerja sama kedua lembaga pada 6 Maret 2026.

Zamzam bersama Tim BIPA berkesempatan melakukan evaluasi jadwal dan materi pelatihan BIPA untuk pemelajar PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Menurutnya, hal penting yang harus disajikan adalah materi SKKNI. Materi tersebut harus dimasukkan ke dalam jadwal saat pengenalan pengajaran BIPA, seperti lambang negara, pengetahuan budaya, dan sejenisnya. "Para pengajar harus mengutamakan pengenalan tentang Indonesia. Inti SKKNI terkait dengan pengetahuan bangsa dan budaya Indonesia.
UKBI juga menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan. Nanti, Tim UKBI yang akan terlibat di dalamnya. Desain pemberian materi akan berbeda menyesuaikan dengan kebutuhan pemelajar di perusahaan. Tim BIPA dan Tim UKBI akan berkolaborasi dalam menyusun bahan pembelajaran terkait pelatihan," paparnya memberikan arahan terkait rancangan program.

Hurmayani selaku perwakilan MaLFI NTB menjelaskan secara detail bahwa seluruh persyaratan administrasi mulai dari data lembaga, silabus pengajaran, komponen pelatihan lainnya telah dikomunikasikan bersama pihak perwakilan PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Pihak MaLFI NTB sebagai mitra berharap mendapat proyeksi program yang lebih matang terkait pelatihan ini, khususnya mengenai materi dan narasumber. "Kami telah menyusun rancangan awal menyesuaikan dengan gambaran kebutuhan. Akan tetapi, kami membutuhkan lebih banyak masukan, saran, dan perbaikan untuk memenuhi standar kebutuhan pelatihan bagi pemelajar BIPA oleh Balai Bahasa Provinsi NTB. Untuk itu, perlu adanya diskusi dan telaah rancangan program pelatihan BIPA untuk pemelajar PT Amman Mineral Nusa Tenggara, termasuk materi UKBI yang membutuhkan pemahaman lebih banyak," imbuh Hurmayani.

Sebelumnya, Baiq Ayu Candra menjelaskan dari sisi kemitraan karena program BIPA ini melibatkan mitra. Berdasarkan penuturannya, hal yang perlu diperhatikan adalah legitimasi pelaksanaan kerja sama kedua lembaga, dokumen pertanggungjawaban kerja sama, dan pelaksanaan fungsi fasilitator yang dijalankan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB. Jadi, setiap program yang melibatkan mitra dan konsekuensi kemitraan di dalamnya perlu memperhatikan aspek-aspek kerja sama yang saling menguntungkan dan bermanfaat untuk kedua lembaga.

Selanjutnya, Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, bersama seluruh tim melakukan telaah mulai dari jadwal, jenis materi, narasumber, dan penanggung jawab.Tim berdiskusi mengenai materi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mitra, yaitu PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Ada beberapa penyesuaian yang dilakukan untuk memastikan program tepat sasaran dan metode sehingga hasil pelatihan sesuai dengan tujuan kemitraan.