Balai Bahasa NTB Dorong Budaya Literasi bagi Warga Binaan di Rutan Lombok Tengah
Praya, 13 Maret 2026—Balai Bahasa Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Pemanfaatan Buku Bacaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Praya, Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akses literasi serta menumbuhkan minat baca warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian.
Kegiatan tersebut meliputi penyerahan sejumlah buku bacaan bermutu serta sesi pendampingan mengenai metode membaca efektif yang dipandu oleh tim literasi Balai Bahasa Provinsi NTB. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antarinstansi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa memandang latar belakang dan tempat.
Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, menegaskan bahwa literasi merupakan hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di rutan. “Literasi adalah hak setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di rutan. Kehadiran kami tidak hanya untuk menyerahkan buku, tetapi juga memastikan buku-buku tersebut dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pengayaan diri. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat baru, memberikan perspektif positif, serta menjadi dorongan bagi warga binaan untuk membentuk perilaku yang lebih baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Rutan Kelas IIB Praya, M. Syaripiddin Hazri, menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi NTB atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kebutuhan akan bahan bacaan berkualitas di lingkungan rutan sangat penting bagi proses pembinaan warga binaan. “Program pendampingan ini sangat membantu kami dalam membekali warga binaan dengan nilai-nilai edukatif. Dengan demikian, waktu yang mereka jalani di rutan dapat dimanfaatkan secara lebih produktif dan bermanfaat,” ungkapnya.
Balai Bahasa Provinsi NTB dan pihak Rutan Kelas IIB Praya berharap program literasi melalui pemanfaatan buku-buku terbitan Balai Bahasa NTB dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan. Melalui kegiatan membaca, warga binaan diharapkan mampu memperluas wawasan, menumbuhkan empati, serta mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan keterampilan baru sebelum kembali ke masyarakat. Selain itu, ketersediaan bahan bacaan yang beragam juga diharapkan dapat menjadi sarana rekreasi mental yang sehat selama masa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.