Respons Kebijakan Efisiensi, Balai Bahasa Provinsi NTB Evaluasi Program dan Anggaran Tahun 2026

Mataram, 10 April 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan Rapat Persiapan Penyusunan Anggaran Efisiensi Tahap II yang digelar secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh seluruh pegawai Balai Bahasa Provinsi NTB.

Dalam rapat tersebut, dibahas penyesuaian target dan pelaksanaan kegiatan seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran. Mariani menyampaikan bahwa target kinerja tim kerja dimungkinkan untuk diturunkan dengan tetap mengacu pada tahapan dalam petunjuk teknis (juknis). Ia juga menegaskan bahwa, kegiatan yang telah memiliki kontrak dan terdaftar di KPPN aman untuk dilanjutkan.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, dalam arahannya meminta setiap ketua tim kerja untuk memaparkan kegiatan yang telah dan belum dilaksanakan, serta mengidentifikasi kegiatan yang dapat disesuaikan dengan efisiensi anggaran tahap II ini. Ia menegaskan bahwa _output_ kegiatan harus diselaraskan dengan kondisi anggaran yang tersedia. “Penyesuaian dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah _output_, mengubah metode pelaksanaan menjadi daring atau hibrida, serta memilih lokasi kegiatan yang lebih efisien, termasuk memanfaatkan kerja sama dengan mitra,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan yang memiliki dampak langsung yang kurang signifikan bagi masyarakat dapat dipertimbangkan untuk dikurangi. Sementara itu, belanja modal yang tidak bersifat mendesak juga menjadi salah satu komponen yang dapat diefisiensikan. Diah Rachma Yudita, selaku Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi NTB menyampaikan bahwa beberapa belanja modal, seperti pengadaan peralatan dan mesin, termasuk kamera yang belum digunakan, dapat dianulir dan dialihkan sebagai bagian dari efisiensi anggaran.

Kemudian, dalam sesi pemaparan oleh setiap ketua tim kerja, masing- masing ketua tim kerja, baik Tim Kerja Pembinaan, Pelindungan maupun Pengembangan menyampaikan rencana kegiatan yang dapat disesuaikan dengan anggaran yang akan diefisiensi. Melalui rapat ini, Balai Bahasa Provinsi NTB berkomitmen untuk melakukan penyesuaian anggaran secara tepat dan strategis tanpa mengurangi kualitas serta kebermanfaatan program bagi masyarakat.