Balai Bahasa Provinsi NTB Perkuat Komunitas Literasi melalui Pembinaan di Lombok Tengah
Lombok Tengah, 11 April 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi di Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada tanggal 11—13 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrida dengan melibatkan komunitas literasi dari Lombok Tengah dan Lombok Timur secara luring dan komunitas dari wilayah lain di Nusa Tenggara Barat mengikuti secara daring.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Idham Halid. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi bagi anak-anak sebagai bekal untuk menghadapi tantangan zaman. Ia menyampaikan bahwa pemahaman literasi perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak terhindar dari pengaruh negatif. Selain itu, ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan artifisial, sebagai bagian dari penguatan literasi di era modern.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, turut memberikan sambutan dan mengapresiasi kehadiran para peserta. Ia menyampaikan bahwa tingkat minat baca di Nusa Tenggara Barat saat ini berada pada posisi kedua secara nasional. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pendekatan pembelajaran tidak dapat disamaratakan. “Kita tidak bisa menyamaratakan kondisi psikologis anak dengan orang dewasa. Setiap anak membutuhkan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujarnya.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan penyampaian materi oleh narasumber. Gilang Aryo Damar, Widyabasa Ahli Pertama pada Balai Bahasa Provinsi NTB memberikan materi terkait penyusunan profil komunitas literasi dan perancangan program komunitas berdaya. Materi lainnya disampaikan oleh Sukran dan Warniati dari LPA Provinsi NTB yang merupakan mitra dari Inovasi NTB. Keduanya memaparkan strategi perancangan program dan rencana aksi yang inovatif, sederhana, dan berdampak bagi masyarakat. Dalam pemaparannya, mereka mendorong komunitas untuk mampu merancang program yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat serta berkelanjutan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi dengan narasumber terkait berbagai tantangan yang dihadapi oleh komunitas masing-masing. Mulai dari keterbatasan sumber daya, strategi menjangkau masyarakat, hingga pengelolaan program. Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap komunitas penggerak literasi dapat semakin optimal dalam merancang dan melaksanakan program yang berdampak serta berkontribusi dalam meningkatkan literasi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.