Wamendikdasmen Pantau dan Beri Dukungan Pelaksanaan TKA di Mataram
Mataram, 13 April 2026—Untuk memastikan evaluasi kualitas atau mutu jenjang pendidikan sekolah dan pemetaan kemampuan siswa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjalankan kebijakan program Tes Kompetensi Akademik (TKA). Pelaksanaan TKA yang berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan sasaran jenjang SMP/Sederajat dilakukan tanggal 6—16 April 2026 dan SD/Sederajat pada tanggal 20—30 April 2026. Untuk itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan serangkaian kunjungan kerja di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Didampingi oleh pimpinan Balai Bahasa, BPMP, dan BGTK Provinsi NTB, kunjungan hari ini berlangsung untuk meninjau dua lokasi sekolah, yaitu SD Dwijendra Mataram dan Sekolah Rakyat 18 Lombok Barat. Dalam hal ini, Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi NTB, Diah Rachma Yudita berkesempatan mendampingi kunjungan kerja Wamendikdasmen.
Kunjungan pertama ke SD Dwijendra Mataram, Wamendikdasmen Fajar berinteraksi dan berdiskusi hangat dengan siswa. Ia meninjau bantuan papan interaktif digital yang sudah dimiliki oleh sekolah dari Kemendikdasmen. Salah seorang siswa diminta mencoba menjawab simulasi soal TKA bidang Matematika SD/Sederajat melalui laman Pusmendik. Ia juga melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai manfaat TKA. Saat berkeliling di kelas, interaksi terbangun mengenai nama-nama pahlawan Indonesia yang ditempel di dinding ruang kelas. "Apakah Adik-Adik mengetahui dan mengenal nama para pahlawan yang ditempel di dinding kelas?" tanya Wamendikdasmen yang diikuti dengan berbagai jawaban dari siswa.
Berikutnya, Wamendikdasmen Fajar menyapa para siswa di kelas lainnya. Ia bertanya mengenai informasi, pelaksanaan, dan tujuan TKA untuk siswa SD/Sederajat. Ia juga berinteraksi dengan guru kelas yang sedang mengajar bahasa Indonesia. Percakapan mengalir dengan pertanyaan tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah didapatkan oleh siswa. Ia menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam hal peningkatan kualitas pendidikan siswa sekolah di Indonesia. Untuk itu, ia mengajak siswa dan guru untuk mendukung program tersebut.
Berikutnya, kunjungan menyasar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat. Disambut oleh Kepala SRMP, Satria Irwandi, Wamendikdasmen Fajar berdiskusi mengenai perjalanan dan aktivitas menjadi tenaga pendidik yang ditempatkan di sekolah rakyat. Ia menekankan bahwa penting bagi semua jajaran tenaga pendidik, baik kepala sekolah dan guru berpedoman pada pengabdian yang utuh di mana pun penempatan sekolah.
Kegiatan dilanjutkan dengan menyapa para siswa. Wamendikdasmen meninjau fasilitas kelas yang tersedia di SRMP 18 Lombok Barat. Berbagai fasilitas pendidikan mulai ruang kelas yang nyaman dan bersih, fasilitas belajar laptop untuk setiap siswa, hingga ketersediaan guru menjadi hal yang disorot oleh Wamendikdasmen. Ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam mewujudkan hak kesetaraan pendidikan bagi siswa. Interaksi berjalan dengan tanya jawab bersama siswa. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Wamendikdasmen Fajar mulai dari pelaksanaan TKA, sistem pengajaran, dan motivasi dalam belajar di sekolah rakyat.
"Suatu saat apa pun profesi Adik-Adik yang penting halal dan dapat membantu orang-orang yang kesusahan dan membutuhkan bantuan. Bapak Presiden membangun sekolah rakyat untuk membantu Adik-Adik yang membutuhkan pendidikan gratis dengan segala kelengkapan fasilitas pembelajaran," pesan Wamendikdasmen Fajar saat memberikan motivasi kepada siswa.
Ia juga berkesempatan berbincang hangat dengan salah seorang guru, Ignasius Asefedo Hide, guru yang pernah mengajar di Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Menurut Fajar, pengalaman hebat yang dilalui oleh Ignasius perlu disampaikan kepada siswa sebagai motivasi dalam menuntut ilmu dan mengabdi untuk negara. "Program sekolah rakyat adalah program pemerintah yang membantu masyarakat untuk menerjemahkan Pancasila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di luar sana masih banyak Adik-Adik yang membutuhkan pendidikan berkualitas. Untuk itu, Adik-Adik harus banyak bersyukur dan membantu orang-orang yang kekurangan," imbuh Wamendikdasmen Fajar.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa transisi kesetaraan pendidikan, terutama membidik masyarakat tidak mampu, memang butuh pendekatan. Kemendikdasmen memberikan dukungan penuh, mulai dari kepala sekolah, guru, dan kurikulum awal. "Saya tekankan sekolah rakyat dapat berkolaborasi dengan unit pelaksana teknis kami di NTB dalam berbagai pelatihan. Untuk urusan SDM guru, sekolah rakyat tetap di bawah Kemendikdasmen sehingga guru di sekolah rakyat tetap terlayani dengan baik. Harapannya, guru-guru sekolah juga dapat mengikuti pelatihan, misalnya pelatihan pembelajaran mendalam," tambahnya.
Dengan adanya kunjungan kerja ini, mendorong persiapan pelaksanaan TKA yang lebih siap dan sigap dari seluruh pemangku kepentingan. Hal ini untuk memastikan tujuan pemetaan mutu pendidikan dan memberikan umpan balik untuk peningkatan kualitas pembelajaran siswa.