Pembekalan Daring Awali Seleksi Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026
Mataram, 14 April 2025—Tahapan Seleksi Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 diawali dengan kegiatan Pembinaan Literasi Menulis bagi Generasi Muda. Sebanyak 101 peserta yang telah lolos seleksi administrasi mengikuti pembinaan secara daring.
Adapun tujuan kegiatan ini ada dua. Pertama, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya peran duta bahasa dalam mendukung program Badan Bahasa sehingga harus menguasai beberapa hal, seperti penulisan artikel ilmiah, kemampuan wicara publik, dan penjenamaan diri. Kedua, dalam kegiatan ini, para peserta akan diseleksi menjadi 50 besar. Oleh karena itu, penting bagi peserta untuk menyimak penjelasan narasumber dengan saksama dan teliti dalam mengikuti kegiatan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama, pemberian materi diawali oleh Toni Samsul Hidayat dengan materi mengenai berbahasa di media sosial. Ia mewanti-wanti agar para peserta yang masih remaja dan menuju dewasa ini untuk memerhatikan penggunaan bahasa di media sosial agar tidak terjerat masalah hukum.
Materi kedua mengenai teknik penulisan artikel ilmiah disampaikan oleh Johan Mahyudi, akademisi dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan Universitas Mataram sekaligus Mitra Bestari Jurnal Mabasan. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa duta bahasa perlu memiliki kecakapan menulis yang baik.
Banyak pertanyaan dilontarkan para peserta. Sesi diskusi berlangsung menarik. Pertanyaan merembet ke wacana kecerdasan buatan. “Menurut saya, kecerdasan buatan bukanlah ancaman. Adik-adik sebagai mahasiswa dan calon duta bahasa harus dapat memanfaatkan keerdasan buatan, tanpa terlena dengan bergantung padanya,” pesan Johan Mahyudi.
Pada sesi ketiga, materi mengenai Wicara Publik dan Penjenamaan Diri disampaikan oleh Mia Mayanti, Pemenang I Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2015. Dalam pemaparannya, Mia menuturkan bahwa kemampuan wicara publik yang baik dapat membantu seseorang dalam banyak hal, termasuk pekerjaan.
“Pekerjaan yang saya maksud bukan hanya pewara. Siapa pun yang bekerja dan memiliki kemampuan wicara publik yang baik akan terbantu dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya,” tegas Mia.
Pada hari kedua nanti, masih ada beberapa materi yang akan disampaikan. Peserta masih akan mendapat materi seputar penggunaan bahasa Indonesia bagi duta bahasa, peran duta bahasa, serta konten video kebahasaan dan kesastraan.
Setelah mendapat berbagai macam materi, peserta diwajibkan mengerjakan tes. Tes terdiri atas pilihan ganda dan esai. Hasil tes tersebut akan menjadi salah satu faktor penentu kelolosan peserta menuju 50 besar.