Balai Bahasa Provinsi NTB Melaksanakan UKBI di Kabupaten Lombok Barat

Lombok Barat, 17 April 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan sosialisasi, pendaftaran, sekaligus pendampingan Pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di beberapa SMAN di bawah naungan Kabupaten Lombok Barat. Beberapa SMA tersebut antara lain SMAN 1 Gerung, SMAN 2 Gerung, SMAN 1 Kediri, dan SMAN 1 Gunung Sari. Dari keempat SMA tersebut, terdapat target 500 peserta yang dapat diuji kemahiran berbahasa Indonesianya. 

Adapun beberapa kendala yang dihadapi, yaitu perbedaan spesifikasi perangkat Android yang dimiliki oleh siswa, perbedaan kemampuan siswa mengikuti instruksi yang diberikan petugas, dan kendala teknis lainnya yang membuat capaian target hanya sekitar 400 orang siswa.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sosialisasi yang disampaikan oleh Hartanto, Desi Rachmawati, Kasman, dan Rondiyah. Peserta kegiatan dibagi ke dalam dua kelas, yakni kelas laki-laki dan kelas perempuan. Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat UKBI serta mekanisme pelaksanaan tes.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan teknis pendaftaran peserta UKBI. Tim UKBI memberikan bimbingan secara langsung kepada setiap peserta agar proses pendaftaran dapat dilakukan secara tertib dan tepat sehingga pelaksanaan tes nantinya dapat berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan tes UKBI bagi siswa SMAN di Kabupaten Lombok Barat direncanakan menggunakan paket 1 yang terdiri atas tiga seksi, yaitu mendengarkan, merespons kaidah, dan membaca. Setelah proses pendaftaran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis pengerjaan soal pada setiap seksi, mulai dari seksi pertama hingga seksi ketiga. Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi kebahasaan siswa serta mendorong pemanfaatan UKBI sebagai instrumen pengukur kemahiran berbahasa Indonesia yang terstandardisasi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam dunia akademik dan kehidupan sehari-hari.