Penjurian Sayembara Penulisan Cerita Anak Dwibahasa: Upaya Menjaring Naskah Berkualitas

Mataram, 20 April 2026--Penilaian Sayembara Penulisan Cerita Anak Dwibahasa (Sasak, Samawa, dan Mbojo-Indonesia) resmi dilaksanakan hari ini dengan melibatkan dewan penilai dari berbagai kalangan, yakni akademisi, sastrawan, dan penulis cerita anak (Benny Rhamdani, Ria Saputri, Imansyah, dan Lalu Abdul Fatah). Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan dari proses penerimaan naskah dan seleksi administrasi calon penulis.

Kegiatan sayembara ini telah berhasil menghimpun sebanyak 239 naskah cerita anak berbahasa daerah Sasambo-Indonesia. Dari jumlah tersebut akan diseleksi 50 naskah cerita anak berbahasa daerah Sasambo-Indonesia) dengan perincian 30 naskah berbahasa Sasak-Indonesia, 10 naskah berbahasa Samawa-Indonesia, dan 10 naskah berbahasa Mbojo-Indonesia. Penentuan jumlah ini dilakukan secara proporsional berdasarkan jumlah naskah yang masuk untuk masing-masing bahasa.

Proses penilaiab dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 20—21 April 2026. Dalam pelaksanaannya, para penilai melakukan penilaian naskah dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti kualitas isi cerita, kekuatan penggunaan bahasa, kesesuaian dengan dunia anak, kesesuain penjenjangan, serta kemampuan penyajian cerita anak dwibahasa yang komunikatif dan edukatif. Ketua panitia, Safoan Abdul Hamid menyampaikan bahwa banyaknya jumlah naskah yang masuk menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menulis cerita anak. “Kami berharap melalui proses penulisan ini akan terpilih karya-karya terbaik yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan mendukung pelestarian bahasa daerah dan peningkatan literasi peserta didik,” ujarnya. Hasil penilaian akan diumumkan setelah seluruh tahapan penilaian selesai dilaksanakan. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya cerita anak berkualitas yang dapat menjadi bahan bacaan anak bermutu, peningkatan literasi peserta didik, serta mendukung program pelindungan bahasa daerah.