Penguatan Estafet Kepemimpinan Balai Bahasa Provinsi NTB: Sekretaris Badan Bahasa Dorong Kolaborasi Bersama

Mataram, 20 April 2026—Balai Bahasa Provinsi NTB melaksanakan kegiatan serah terima jabatan Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB yang dirangkaikan dengan pembinaan penguatan sumber daya manusia (SDM). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hibrida di Aula Cilinaya, Balai Bahasa Provinsi NTB. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, mitra strategis, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta seluruh pegawai Balai Bahasa Provinsi NTB, dan pegawai Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo. Kegiatan diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan memorandum akhir masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Zamzam Hariro, kepada Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB yang baru, Arie Andrasyah Isa.

Dalam kesempatan tersebut, Zamzam Hariro menyampaikan kesan dan pesan selama bertugas di Balai Bahasa Provinsi NTB. Ia mengungkapkan bahwa kebersamaan dan kehangatan bersama seluruh pegawai menjadi pengalaman berharga yang sulit dilupakan. Ia juga mengenang perjalanan kariernya sejak awal menjadi calon pegawai negeri sipil hingga mendapat amanah sebagai Plt. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB yang baru, Arie Andrasyah Isa, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program strategis yang telah berjalan serta memperkuat kinerja lembaga melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pegawai.

Turut memberikan arahan, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru. Ia juga mengajak seluruh pegawai memberikan dukungan penuh kepada pimpinan baru. “Tidak ada kementerian yang bisa berjalan sendiri. Semua harus berkolaborasi sebagaimana arahan Presiden,” ujarnya. Menurutnya, Balai Bahasa Provinsi NTB memiliki potensi besar karena selama ini telah banyak menghasilkan kajian dan penelitian yang menjadi rujukan dalam penyusunan pedoman kebahasaan dan kesastraan di Badan Bahasa.

Lebih lanjut, Ganjar Harimansyah mendorong agar semangat akademik kembali dihidupkan sehingga pegawai tidak terjebak hanya pada pekerjaan administratif. Ia mengajak Balai Bahasa Provinsi NTB untuk memperkuat kerja sama dengan BRIN, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Setelah prosesi serah terima jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan penguatan SDM. Dalam arahannya, Ganjar Harimansyah menekankan pentingnya inovasi dalam bidang administrasi dan perencanaan, termasuk penerapan budaya kerja ramah dan asri melalui penggunaan energi hemat, gerakan nirplastik, serta pengurangan penggunaan kertas. Ia juga mendorong penciptaan ruang layanan dan ruang kerja bersama yang nyaman bagi pegawai maupun masyarakat. Selain itu, ia menyoroti pentingnya percepatan penyuluhan sastra di sekolah-sekolah untuk membantu guru yang masih mengalami kendala dalam pembelajaran sastra. Menurutnya, keterlibatan akademisi dan praktisi sastra akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembelajaran sastra di daerah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Balai Bahasa Provinsi NTB untuk melanjutkan transformasi kelembagaan, memperkuat budaya kerja kolaboratif, meningkatkan kapasitas SDM, serta memperluas kontribusi dalam pengembangan kebahasaan dan kesastraan di Nusa Tenggara Barat.