Pembukaan Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Samawa dan Mbojo 2026 Resmi Digelar

Mataram, 27 April 2026--Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama dalam rangka Revitalisasi Bahasa Daerah Samawa dan Mbojo Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin, 27 April 2026, di Aula Wijaya Kusuma, BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Kasman. Peserta terdiri atas guru SD dan SMP dari 5 Kabupaten/Kota yang ada di Pulau Sumbawa.

Dalam laporan panitia, Gilang Aryo Damar, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026. Bimtek diikuti oleh 120 peserta yang terdiri atas 26 guru SD Samawa, 22 guru SMP Samawa, 39 guru SD Mbojo, dan 33 guru SMP Mbojo. Selama pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi, antara lain membuat cerpen, membaca puisi, basakeco (Samawa), tembang dali (Mbojo), menulis aksara, pidato, komedi tunggal, dan mendongeng.

Kasman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil kajian vitalitas bahasa di Nusa Tenggara Barat. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa tiga bahasa besar di NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo, mengalami kemunduran dalam pelestariannya. Ia menyoroti adanya kecenderungan penutur yang tidak lagi mewariskan bahasa daerah kepada generasi berikutnya, terutama pada usia sekolah dasar dan menengah pertama. Oleh karena itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menginisiasi Program Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tetap lestari.

Pelaksanaan kegiatan selama empat hari akan dilakukan secara serentak dalam beberapa kelas, yaitu kelas SD Mbojo, SMP Mbojo, SD Samawa, dan SMP Samawa. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru utama mampu mengimbaskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada guru lain serta peserta didik di sekolah masing-masing. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam Festival Tunas Bahasa Ibu yang akan diselenggarakan pada akhir tahun 2026. Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam pelindungan dan pengembangan bahasa daerah, sekaligus memastikan bahasa Samawa dan Mbojo tetap hidup di tengah generasi muda.