Balai Bahasa Provinsi NTB Dampingi Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media: Tinjau Revitalisasi Sekolah dan Penguatan Literasi
Mataram, 28 April 2026--Balai Bahasa Provinsi NTB selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa turut mendampingi Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media, Ma'ruf pada Kunjungan Kerja yang berlangsung di Mataram. Kunjungan kerja yang menyasar SMPN 16 Mataram merupakan bagian dari penguatan hasil revitalisasi sekolah sebagai salah satu program unggulan Kemendikdasmen.
Pada kesempatan ini, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media (Ma'ruf) didampingi oleh Kepala BPMP Provinsi NTB (Katman) dan Plh. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB (Kasman). Kesempatan ini dimanfaatkan untuk meninjau hasil pembangunan revitalisasi sekolah yang didapatkan oleh SMPN 16 Mataram. Tidak hanya itu, di sela-sela aktivitas pemantauan ruang kelas, Ma'ruf melakukan diskusi bersama Plh. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. Ia berpesan agar buku bahan bacaan literasi yang diproduksi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Balai Bahasa Provinsi NTB dapat didistribusikan ke dua lokasi yang membutuhkan penguatan bahan bacaan literasi, yaitu Kelurahan Pejeruk dan Kecamatan Ampenan yang telah dikunjungi sebelumnya.
Selanjutnya, Ma'ruf menyapa dan berinteraksi dengan siswa yang sedang belajar di ruang kelas. Ia memantau aktivitas pembelajaran menggunakan media IFP bantuan Kemendikdasmen. Ia mengaku bahwa pembelajaran menggunakan fasilitas IFP membantu siswa dan guru dalam proses pembelajaran berbasis digital. Hal ini mendapat dukungan dari Kepala SMPN 16 Mataram, Burhanuddin, yang hadir mendampingi di sekolah.
Ma'ruf juga menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen memberikan perhatian penuh pada bidang pendidikan melalui berbagai kebijakan pemerataan sekolah, pemanfaatan fasilitas melalui revitalisasi sekolah, dan berbagai kebijakan lainnya. "Bantuan fasilitas dan sarana pembelajaran, silakan dimanfaatkan sebaik mungkin. Kami berharap bahwa bantuan yang diberikan dapat dikelola dengan baik oleh sekolah," imbuhnya saat meninjau salah satu ruang kelas yang telah selesai direvitalisasi.
Pada kesempatan berikutnya, ia menjelaskan bahwa pemerintah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo ingin melihat bagaimana dampak dari program revitalisasi sekolah bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga dari kualitas pembelajaran di ruang-ruang kelas. Bantuan IFP bertujuan untuk mendukung fasilitas pembelajaran dengan meningkatkan kualitas melalui sarana dan prasarana. "Hal ini memang kebijakan dari Kemendikdasmen. Kebijakan sekolah inklusi, yaitu sekolah yang menerima murid luar biasa karena semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang setara. Hal ini proses pembelajaran sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan ke semua murid," jelas Ma'ruf saat melakukan sesi wawancara dengan media lokal.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program revitalisasi sekolah saat ini fokus pada daerah yang terkena bencana dan wilayah 3T. Presiden Prabowo memerintahkan bahwa program ini harus dioptimalkan sebaik mungkin dengan pengelolaan berbasis kebutuhan sekolah. Jadi, kebutuhan sekolah dapat terpenuhi sesuai dengan dukungan proses pembelajaran dan anggaran yang tersedia. "Kita juga melibatkan masyarakat. Jika ada sekolah yang mengalami kendala, kami sangat terbuka dan masyarakat dapat melaporkan melalui kanal media yang telah kami sediakan. Kami berharap masyarakat dapat memaksimalkan semua fasilitas sebaik mungkin," lanjutnya.
Slogan Pendidikan Bermutu untuk Semua diharapkan sebagai motivasi utama untuk bekerja maksimal. Dengan kata lain, Kemendikdasmen dapat menampung semua anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang setara. Hal ini dilakukan melalui berbagai jalur dengan sistem kuota dan harapan setiap anak dapat mendapatkan pembelajaran sebaik mungkin.