Jumlah SD dengan Nilai Literasi K-1 Masih Tinggi, Balai Bahasa Provinsi NTB Lakukan Tindak Lanjut
Praya, 4 Mei 2026--Lebih dari 200 SD di Kabupaten Lombok Tengah tergolong dalam kategori 1 berdasarkan nilai literasi asesmen nasional. Data ini menunjukkan bahwa tingkat literasi siswa SD masih rendah. Untuk menindaklanjuti hal ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Cerdas Mengulas Buku bagi Siswa SD pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di Ruang Pertemuan PGRI Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan menginternalisasikan budaya mengulas buku sebagai metode efektif untuk meningkatkan daya berpikir kritis siswa sekolah dasar, khususnya pada satuan pendidikan dengan nilai literasi Kategori 1 (K-1).
Toni Samsul Hidayat sleaku Ketua Panitia menyampaikan dalam laporannya bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 guru yang berasal dari 20 sekolah dasar di Kabupaten Lombok Tengah. Para peserta merupakan perwakilan sekolah dengan tingkat literasi yang masih memerlukan penguatan. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya literasi di sekolah masing-masing, terutama dalam membimbing siswa mengembangkan kemampuan memahami dan mengulas bacaan secara kritis.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang SD, Jumadi. Dalam sambutannya, Jumadi menekankan pentingnya peran guru dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini. "Kali ini Lombok Tengah menjadi sasaran satu-satunya dalam peningkatan literasi siswa SD di Provinsi NTB oleh Balai Bahasa. Untuk itu, manfaatkan sebaik mungkin. Bapak dan Ibu adalah perwakilan dari setiap wilayah di Kabupaten Lombok Tengah yang dipilih untuk menjadi agen pengimbas untuk sekolah lain," terangnya. Setelah pembukaan, peserta mendapatkan sosialisasi petunjuk teknis pelaksanaan bimtek yang disampaikan oleh Lentera Nurani Setra.
Selanjutnya, materi terkait perjenjangan buku disampaikan oleh Fasilitator Daerah INOVASI NTB, Dewi Rohaini dan Ahmad Supriadi Guna Putra. Dalam paparannya, Dewi menegaskan bahwa pemilihan buku bagi siswa tidak selalu harus disesuaikan dengan tingkat kelas. “Anak-anak tidak selalu memiliki tingkat perjenjangan yang sama dengan kelasnya. Artinya, sifatnya tidak baku,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya fleksibilitas dalam memilih bahan bacaan sesuai kemampuan individu siswa. Oleh karena itu, mengetahui jenjang kemahiran membaca siswa menjadi komponen penting untuk memastikan siswa mampu memahami bacaan dengan lebih komprehensif.
Kegiatan juga diisi dengan praktik baik yang dilakukan oleh guru serta sesi diskusi interaktif. Salah satu materi yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh Ahmad Supriadi Guna Putra, yaitu Cara Cepat Menentukan Buku dengan Aturan 5 Jari. Metode ini dilakukan dengan sejumlah langkah: (1) meminta siswa mengambil buku sesuai jenjangnya, (2) meminta siswa membuka dan membaca halaman 2 atau 3, serta (3) menghitung jumlah kata yang tidak dapat dilafalkan dengan lancar oleh siswa. Metode ini dinilai praktis dan mudah diterapkan dalam menentukan tingkat kesesuaian buku bagi siswa.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan akan berlanjut pada pelaksanaan bimtek yang melibatkan 200 siswa kelas 3 dan 5 SD pada tanggal 6–7 Mei 2026. Produk dari rangkaian kegiatan ini berupa video ulasan buku yang dibuat oleh setiap siswa. Tiga pemenang terbaik dari masing-masing jenjang akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Lomba Mengulas Buku Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas literasi siswa sejak jenjang sekolah dasar.