Bimbingan Teknis Program BIPA Mendorong Integrasi Kearifan Lokal Nusa Tenggara Barat dalam Pembelajaran BIPA
Mataram, 6 Mei 2026—Program BIPA memiliki peran strategis dalam memperkenalkan bahasa Indonesia kepada dunia internasional, sekaligus menjadi sarana diplomasi budaya. Pelaksanaan program BIPA tidak hanya berfokus pada aspek kebahasaan, tetapi juga harus mampu mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas dan kekayaan bangsa. Nusa Tenggara Barat memiliki beragam potensi budaya, tradisi, serta nilai-nilai lokal yang sangat kaya dan unik. Semua ini merupakan aset penting yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran BIPA.
Sejalan dengan hal tersebut, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, turut aktif melaksanakan berbagai fasilitasi ke-BIPA-an dalam upaya peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional melalui program pembelajaran BIPA. Salah satu fasilitasi yang rutin dilaksanakan setiap tahun adalah bimbingan teknis ke-BIPA-an yang bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga pengajar dan pegiat BIPA untuk terus bersemangat dalam meningkatkan kompetensi terkait dengan pembelajaran BIPA. Kali ini, bimbingan teknis bagi pengajar dan pegiat BIPA diselenggarakan dengan berbasis kearifan lokal Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut membantu pengajar dan pegiat BIPA mengintegrasikan unsur budaya lokal Nusa Tenggara Barat ke dalam proses pembelajaran BIPA.
Kegiatan Bimbingan Teknis Berbasis Kearifan Lokal Nusa Tenggara Barat dilaksanakan selama dua hari, 6—7 Mei 2026 secara hibrida. Sebanyak 30 pengajar dan pegiat BIPA di Kota Mataram hadir secara tatap muka di Aula Cilinaya, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun pengajar dan pegiat BIPA di luar Kota Mataram hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Terdapat empat orang narasumber yang memiliki kepakaran dan kompetensi dalam hal ke-BIPA-an menyampaikan materi dalam bimbingan teknis ini, yaitu Gatut Susanto, Liliana Muliastuti, Felicia N. Utorodewo, dan Suardi Eka Cipta.
Toni Samsul Hidayat, Penerjemah Ahli Madya selaku Plh. Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan sambutan dan membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Toni Samsul Hidayat menyampaikan betapa kayanya Nusa Tenggara Barat dengan tradisi dan budaya yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran BIPA. “Melalui kegiatan bimbingan teknis ini kita bisa mengintegrasikan beragam potensi budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal yang sangat kaya dan unik. Mulai dari adat istiadat, kesenian, kuliner, hingga kearifan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial dan lingkungan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan bimbingan teknis ini, para peserta menerima materi tentang kebijakan pengajaran BIPA, kriteria pengajar BIPA profesional dalam perspektif SKKNI Pengajar BIPA dan KKNI Bidang Pengajaran BIPA, serta diplomasi bahasa melalui program BIPA dengan pendekatan bermuatan budaya lokal dan nusantara. Selain menerima teori, para peserta juga aktif berdiskusi menyampaikan pertanyaan dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran BIPA setiap harinya guna mendapatkan jawaban dan solusi yang efektif. Selain itu, para peserta juga dapat bertukar pengalaman dan informasi terkait pembelajaran BIPA yang dialami di lembaga masing-masing.
Diharapkan melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh berbagai manfaat, seperti memahami SKKNI Pengajar BIPA dan KKNI Bidang Pengajaran BIPA, meningkatkan kompetensi dalam pengajaran BIPA berbasis budaya lokal, mengenali potensi kearifan lokal Nusa Tenggara Barat sebagai sumber materi ajar, dan memperkuat jejaring antarpengajar dan lembaga penyelenggara BIPA. Seluruh manfaat tersebut dapat menjadi pondasi kuat dalam pembelajaran BIPA sehingga peserta didik tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami konteks budaya yang melatarbelakanginya.