Kuliah Umum Kebahasaan FKIP Universitas Mataram: Balai Bahasa Provinsi NTB Soroti Peran Linguistik Klinis dan Literasi Sekolah

Mataram, 6 Mei 2026--Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum Kebahasaan dengan tema "Peran Linguistik Klinis dalam Penanggulangan Gangguan Berbahasa dan Program Literasi di Sekolah”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung A FKIP dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta praktisi pendidikan.

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Harwintha Yuhria Anjarningsih, merupakan pakar linguistik klinis dari Universitas Indonesia. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai konsep dan teori linguistik klinis, khususnya dalam memahami serta menangani gangguan berbahasa pada individu. Ia menekankan bahwa pendekatan linguistik klinis memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan dan terapi bahasa.

Narasumber kedua, Nurcholis Muslim, selaku Ketua Tim Kerja Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi NTB, memaparkan berbagai program literasi sekolah. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi siswa dalam mengulas buku, membaca cepat bagi siswa tingkat SMP, serta membaca kritis bagi siswa SMA. Program-program tersebut dinilai mampu mendorong budaya literasi yang lebih kuat di lingkungan sekolah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dekan FKIP, Lalu Zulkipli, yang dalam sambutannya memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperkuat budaya riset. Ia menegaskan bahwa penguasaan kebahasaan dan literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas pendidikan. Sementara itu, Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Saharudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam menambah wawasan mahasiswa. Ia juga menekankan bahwa materi yang disampaikan akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan akademik, termasuk Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya peran linguistik klinis serta mampu mengimplementasikan program literasi secara efektif di lingkungan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa di Indonesia.