Upayakan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Siswa, Balai Bahasa Provinsi NTB Dampingi Penggunaan Bahasa Negara dan Tata Naskah Dinas di SMPN 15 Mataram
Mataram, 9 Mei 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan pendampingan penggunaan bahasa negara dan penulisan tata naskah dinas di SMPN 15 Mataram. Kegiatan ini menyasar peserta didik yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan berbahasa dalam penyusunan surat resmi untuk keperluan organisasi.
Kegiatan pendampingan ini merupakan tindak lanjut dari Sosialisasi dan Pembinaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Tata Naskah Dinas yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB kepada sejumlah lembaga pendidikan di Kota Mataram.
Dalam kegiatan tersebut, Toni Samsul Hidayat selaku penyuluh bahasa dari Balai Bahasa Provinsi NTB menyampaikan materi terkait penggunaan kosakata baku dan kalimat efektif dalam penulisan surat dinas. Ia menjelaskan beberapa kesalahan umum yang sering ditemukan, seperti penggunaan bentuk tidak baku, penulisan gabungan kata seperti kerja sama penggunaan bentuk terikat seperti antar- dan pasca- serta kaidah penulisan singkatan. Selain itu, Toni juga memaparkan struktur dan bagian-bagian penting dalam tata naskah dinas yang harus diperhatikan oleh siswa, mulai dari kepala surat, isi surat, hingga penutup.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik koreksi surat. Siswa diminta untuk mengoreksi contoh surat yang biasa digunakan dalam kegiatan OSIS, kemudian memperbaikinya secara bersama-sama dengan pendampingan dari penyuluh bahasa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat langsung memahami letak kesalahan serta cara memperbaikinya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia yang tepat, khususnya dalam konteks administrasi organisasi. Dengan kemampuan tersebut, siswa diharapkan mampu menghasilkan surat resmi yang efektif, jelas, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan.