Balai Bahasa Provinsi NTB Menyelenggarakan Konsinyasi Hasil Penelahaan dan Revisu Buku Cerita Anak Dwibahasa Tahun 202
Mataram, 11 Mei 2026--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan kegiatan Konsinyasi Hasil Penelaahan dan Revisi Buku Cerita Anak Dwibahasa (Sasak, Samawa, dan Mbojo-Indonesia) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Arie Andarsyah Isa. Dalam sambutannya, Kepala Balai menyampaikan bahwa isi cerita anak dwibahasa tidak keluar dari STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics). Melalui kegiatan konsinyasi ini, diharapkan para penulis dapat menyempurnakan naskahnya sehingga menjadi bacaan yang berkualitas, menarik, dan mampu memperkenalkan kekayaan bahasa daerah kepada generasi muda. Selain itu, bahasa yang digunakan harus sesuai kaidah, menyenangkan, dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan konsep dwibahasa dalam cerita anak menjadi langkah strategis untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus memperluas akses literasi anak. Sementara itu, koordinator kegiatan Safoan Abdul Hamid, mengatakan bahwa kegiatan ini secara umum bertujuan untuk menjamin kualitas buku cerita anak dwibahasa yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB.
Secara khsusus, kegiatan ini bertujuan untuk mengecek dan memastikan bahwa revisi yang telah dilakukan penulis sudah sesuai dengan catatan revisi penelaah. Narasumber, sekaligus sebagai penelaah, kegiatan ini adalah Benny Rhamdani dan Lalu Abdul Fatah. Peserta terdiri atas 50 penulis naskah terpilih Sayembara Penulisan Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, kedua penelaah melakukan verifikasi dan pemeriksaan naskah yang telah direvisi oleh para penulis terpilih. Sebelumnya, penelaah naskah telah menelaah dan memberikan catatan revisi kepada penulis dan dilanjutkan dengan revisi naskah oleh para penulis. Dalam kegiatan ini, penelaah memberikan banyak masukan, kritik, dan saran revisi kepada penulis. Masukan dan saran yang diberikan terkait muatan cerita, alur, pilihan kata, penjenjangan, kesesuaian dengan dunia anak, serta penggunaan bahasa yang baik dan benar.
Kegiatan konsinyasi ini dilaksanakan secara interaktif sehingga para peserta dapat langsung bertanya, menerima saran dari penelaah, dan langsung merevisi naskah. Mengingat banyak sekali masukan dan saran revisi oleh penelaah, penulis harus merevisi kembali naskah sesuai arah dari penelaah dalam kegiatan ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Balai Bahasa Provinsi NTB dalam menyediakan buku bacaan bermutu bagi peserta didik di satuan pendidikan, mendukung penguatan literasi, dan pelestarian bahasa daerah melalui cerita anak dwibahasa.