Mendikdasmen Kunjungi SMAN 1 Sikur, Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan
Lombok Timur, 17 Mei 2026—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kunjungan ini dilakukan dengan menghadiri sejumlah agenda pendidikan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan. Kunjungan diawali dengan kedatangan Mendikdasmen di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, pukul 19.46 Wita.
Kedatangan Mendikdasmen disambut langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat bersama tiga pimpinan unit pelaksana teknis di bawah Kemendikdasmen, yaitu Balai Bahasa Provinsi NTB, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTB, dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTB. Dalam ruang Naratama Bandara, Gubernur NTB bersama para pimpinan UPT berbincang hangat dengan Mendikdasmen mengenai penguatan sinergi pendidikan, pelaksanaan program prioritas Kemendikdasmen, serta perkembangan berbagai layanan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Keesokan harinya, Minggu, 17 Mei 2026, Mendikdasmen bersama Gubernur NTB melanjutkan kunjungan kerja di Kabupaten Lombok Timur. Salah satu agenda utama yang dihadiri ialah Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Lombok Timur dan program “Wujudkan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)” di SMAN 1 Sikur.
Kunjungan Mendikdasmen di SMAN 1 Sikur disambut oleh pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, serta peserta didik. Dalam sambutannya, Hasbi Ahmad, Kepala SMKN 1 Sikur, menyampaikan bahwa sekolah saat ini memiliki sekitar 1.050 peserta didik dengan jumlah ruang belajar yang masih terbatas. Ia berharap kehadiran Mendikdasmen dapat menjadi semangat baru bagi kemajuan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dalam arahannya, Mendikdasmen menjelaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi pendidikan merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia dalam membangun sumber daya manusia unggul. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan revitalisasi untuk 571 sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan 87 sekolah di Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, Kemendikdasmen juga telah mendistribusikan ribuan perangkat digital pembelajaran ke sekolah-sekolah di NTB sebagai bagian dari penguatan transformasi pendidikan.
Bagi Mendikdasmen, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan. “Teknologi penting, sarana dan prasarana penting, tetapi guru tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apa pun,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pola pikir untuk terus maju dalam dunia pendidikan. “Kami berharap bukan papannya yang pintar, tetapi penggunanya, gurunya,” ujarnya saat menjelaskan pemanfaatan teknologi pendidikan di sekolah.
Selain penguatan sarana pendidikan, Kemendikdasmen terus meningkatkan kualitas guru melalui program beasiswa D-4 dan S-1, pelatihan kompetensi, hingga pembelajaran berbasis teknologi, seperti AI dan koding. Penguatan pendidikan karakter juga terus dilakukan melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan program Pagi Ceria yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kunjungan kerja ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Kemendikdasmen memperkuat transformasi pendidikan melalui revitalisasi sarana prasarana, penguatan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, serta penguatan pendidikan karakter. Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Nusa Tenggara Barat dapat terus diperkuat demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.