Tim Pemetaan Balai Bahasa Provinsi NTB Berhasil Mengumpulkan Data Pemetaan Bahasa di Desa Sori Tatanga, Kabupaten Dompu
Dompu, 14 Mei 2026—Pengumpulan data pemetaan bahasa untuk program Peta Kebinekaan Bahasa, Aksara, dan Sastra dilaksanakan di Desa Sori Tatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari, yaitu sejak 11—13 Mei 2026.
Pada hari pertama, tim fokus untuk mencari narasumber berdasar kriteria yang telah ditentukan. Sembari mencari, tim mengumpulkan data desa berupa profil, sejarah, dan folklor yang mewarnai kehidupan masyarakat Sori Tatanga di kantor desa setempat. Dari hasil wawancara dengan Kepala Desa, Merafudin, diketahui bahwa masyarakat Sori Tatanga awalnya merupakan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Bima yang telah merantau sejak puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu.
Setelah selesai, tim mewawancarai narasumber penduduk setempat, yaitu Samsuddin, Haryadin, dan Munjnah. Wawancara dilakukan dengan metode wawancara kelompok terpumpun di kediaman Bapak Haryadin. Selama tiga hari, tim berusaha keras mengumpulkan data bahasa Mbojo dengan jumlah 1.196 tanyaan.
Bahasa Mbojo memiliki keunikan. Kosakata Mbojo yang asli tidak memiliki konsonan mati di akhir kata; banyak glotal di antara dua suku kata, seperti na'è yang berarti 'besar'; dan memiliki dua jenis huruf [w], [d], dan [b].
Dengan keunikan tersebut, tim cukup kesulitan saat menuliskan akasara fonetis. Namun, tim memiliki rekaman audio dan audiovisual. Setelah pengumpulan data di lapangan, tim akan mengoreksi data berian dengan rekaman-rekaman tersebut