Lalui Lima Aspek Penilaian, 20 Finalis Duta Bahasa Provinsi NTB Perebutkan Gelar Pemenang

Mataram, 19 Mei 2026-- Saat-saat penentuan Pemenang Duta Bahasa Provinsi NTB telah tiba. Selama tiga hari, 20 finalis Duta Bahasa Provinsi NTB berkumpul dalam ruang Cilinaya, Balai Bahasa Provinsi NTB, untuk dinilai dari berbagai aspek. Penilaian dilakukan selama tiga hari, sejak 17--19 Mei 2026.

Di hari pertama penilaian, peserta mempresentasikan program Krida Duta Bahasa yang telah dirancang bersama sejak hari penentuan finalis 20 besar. Terdapat 5 tim Krida Duta Bahasa. Lima program yang dibawakan mencakup inovasi dalam pelestarian bahasa dan sastra daerah dan pemanfaatan literasi. Peserta menjelaskan materi dengan cara yang interaktif, yakni dengan membawa produk ke hadapan juri, mengajak juri secara langsung merasakan pengalaman menggunakan produk inovasi, dan menunjukkan video respons pengguna saat menggunakan produk yang mereka hasilkan. 

Juri dalam pelaksanaan penentuan pemenang memberi komentar atas setiap inovasi yang dibawa tim. "Pastikan inovasi yang dibawa membantu orang lain dan menyenangkan, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, fokuslah pada kebutuhan masyarakat," Wahyu Hasni Ilmi selaku juri Psikolog dalam penilaian menekankan. 

Ahmad Junaedi selaku Dosen Pendidikan Bahasa Inggris juga memberi tanggapan substansial merespons program yang disajikan. Ia menanyakan hal-hal mendasar, khususnya terkait sebab bahasa daerah harus dilestarikan. "Mulailah dari pemikiran mendasar yang jelas. Mengapa bahasa daerah perlu dilestarikan? Saya kira saya dapat menyimpulkan cara berpikir kalian dengan mendengar jawaban kalian atas pertanyaan ini," jelasnya. 

Setelah program Krida Duta Bahasa dipaparkan, penilaian memasuki sesi kedua, yakni Wawancara Pendalaman Kompetensi. Pada sesi ini, pos penilaian dibagi menjadi tiga, yakni pos penguasaan bahasa asing, psikologi, serta pendalaman program dan pengetahuan kebahasaan dan kesastraan. Dalam setiap pos, peserta diwawancarai selama 5 menit. Di pos psikologi, peserta ditanyai terkait perasaan dan cara bersikap dalam contoh kasus tertentu. Dalam pos bahasa asing, peserta diminta menjawab pertanyaan menggunakan bahasa Inggris. Di pos program kerja, peserta ditanya terkait peran peserta dalam program krida, relevansi program kerja, dan hal-hal kebahasaan dan kesastraan.

Pada hari kedua, penilaian kembali dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah penilaian psikologi. Penilaian psikologi tahap awal dilakukan secara individu, yakni meminta peserta mengisi sejumlah pertanyaan. Selanjutnya, penilaian dilakukan dengan membagi peserta dalam kelompok-kelompok. Peserta diminta membuat prakarya dalam tim. Saat prakarya hampir selesai, peserta kembali dirombak dalam tim-tim baru. Wahyu menyampaikan teknik ini dilakukan untuk mengetahui cara peserta menangani permasalahan di bawah tekanan.

Selain Wahyu Hasni Ilmi dan Ahmad Junaedi, tiga juri lainnya adalah Mia Rusmayanti, Ahmad Munjizun, dan perwakilan juri dari Balai Bahasa Provinsi NTB, yaitu Lentera Nurani Setra. Sebagai pewara profesional, Mia Rusmayanti fokus menyoroti wicara publik para peserta. Sesi wicara publik dilakukan selama 6 menit untuk setiap peserta. Peserta diminta memaparkan materi terkait satu topik selama 3 menit, dan menjawab pertanyaan dari juri selama 3 menit.

Sesi penilaian wicara publik menjadi kebaruan dalam Pemilihan Duta Bahasa Provinsi NTB tahun ini. Menurut peserta, sesi ini adalah sesi paling menantang. Saat pemaparan materi sebelumnya, materi krida telah cukup dikuasai. Selain itu, presentasi dilakukan bersama-sama, sementara wicara publik menjadi penilaian individu. Terdapat lima topik yang diujikan, yakni terkait kaitan bahasa dengan ilmu pengetahuan alam, industri BIPA, pelestarian bahasa daerah, pemasyarakatan sastra, dan kesantunan berbahasa.

Pada hari ketiga, yakni hari terakhir penilaian, minat dan bakat peserta dipertontonkan. Seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menampilkan hal-hal yang mereka suka dan kuasai, seperti menari, menyanyi, membaca puisi, mewara, bermusik, bahkan memasak. Meski beragam kesenian dan keterampilan ditampilkan, seluruhnya dikaitkan dengan bahasa dan sastra sehingga tidak menghilangkan identitas mereka sebagai Duta Bahasa. 

Pemenang Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat akan diketahui pada esok hari, Rabu, 20 Mei 2026. Tiga pasangan akan diumumkan sebagai peserta terbaik pada ajang kali ini dan Pemenang I akan mewakili Nusa Tenggara Barat dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional. Meskipun demikian, seluruh finalis pada tahap penentuan pemenang ini telah tergabung dalam Ikatan Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.