Balai Bahasa Provinsi NTB Hadiri Peringatan Hari Kearsipan Nasional dan Hari Perpustakaan Nasional di Perpustakaan Kota Mataram
Mataram, 20 Mei 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadiri kegiatan peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 dan Hari Perpustakaan Nasional ke-46 yang mengusung tema “Merawat Jejak, Menjaga Masa Depan” sekaligus pembukaan Pameran Kearsipan dan Perpustakaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Layanan Perpustakaan Kota Mataram dan dihadiri oleh berbagai lembaga di Kota Mataram serta siswa SMPN 17 Mataram. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Kearsipan, dan Mars Perpustakaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Carnoto, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram.
Dalam laporannya, Carnoto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari tugas dan fungsi perpustakaan daerah dalam mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menjelaskan bahwa pameran menampilkan arsip foto kepala perpustakaan dari masa ke masa, arsip sejarah, dokumentasi kegiatan, serta foto pelantikan Wali Kota Mataram dari berbagai periode.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan agar generasi muda tidak melupakan sejarah daerahnya. Selain pameran arsip, kegiatan juga diramaikan dengan belajar membatik menggunakan teknik ecoprint, pemutaran film di ruang mini teater, kegiatan mendongeng, serta membaca nyaring bersama siswa SMPN 17 Mataram. Pameran dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 20—21 Mei 2026. “Kami berharap kegiatan ini dapat membangun kemitraan dengan berbagai lembaga dan komunitas dalam mencari dan menjaga jejak sejarah serta kearsipan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan Pemerintah Kota Mataram disampaikan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Mataram, Lalu Martawang, yang mewakili Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Mataram. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa arsip bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi bagian fundamental dalam peradaban bangsa. “Arsip dan buku merupakan hal penting dalam perjalanan peradaban. Pameran ini menjadi bentuk semangat kolaborasi antarlembaga untuk memperkaya khazanah kearsipan kita demi masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bangga terhadap sejarah daerah dan memastikan generasi muda dapat melihat bukti sejarah secara langsung, bukan hanya mendengarnya melalui cerita lisan. Acara ditutup dengan prosesi pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya Pameran Kearsipan dan Perpustakaan yang akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 20—21 Mei 2026.