Lolos Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Pendidikan Dasar dan Menengah (Kiprah) 2026, Balai Bahasa Provinsi NTB Presentasikan Dua Inovasi

Mataram, 20 Mei 2026--Dua inovasi besutan Balai Bahasa Provinsi NTB, yaitu inovasi digital Kamus Terpadu Sasambo dan inovasi nondigital Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar (BBM-MBB) berhasil lolos seleksi administrasi dan proposal pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Pendidikan Dasar dan Menengah (Kiprah) Tahun 2026. Kedua inovasi tersebut menjadi produk yang dipaparkan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa bersama tim pelaksana melalui ruang virtual Zoom pada tahapan presentasi dan wawancara inovasi.

Pada kesempatan ini, Abdullah Faqih selaku Kepala Biro Organisasi dan SDM (OSDM) Kemendikdasmen memberikan arahan penguatan. Ia mengapresiasi seluruh finalis dalam ajang Kiprah ini yang telah melahirkan, mengawal, dan memberikan kontribusi dampak nyata perubahan organisasi dan pelayanan publik kepada masyarakat. Menurutnya, finalis yang lolos seleksi kompetisi tingkat Kemendikdasmen, nanti akan diajukan ke tingkat nasional di KemenpanRB. "Kita mengetahui bahwa sekarang birokrasi kita dituntut untuk lebih lincah dan berdampak di tengah tantangan dan kebutuhan masyarakat yang lebih kompleks. Untuk itu, kita perlu membuat birokrasi kita dengan pelayanan yang lebih cepat dan berdampak untuk masyarakat," ujar Abdullah Faqih saat membuka kegiatan Kiprah melalui Zoom.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa ia telah melihat proposal yang dibuat oleh seluruh finalis dan sungguh luar biasa. Menurutnya, hal ini menjadi bahan yang sangat penting untuk memastikan reformasi birokrasi di lingkungan Kemendikdasmen menjadi lebih baik. Ia menambahkan bahwa sepatutnya seluruh pegawai Kemendikdasmen bangga dan bersyukur atas capaian indeks reformasi birokrasi yang dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dan pada tahun 2025 indeks reformasi birokrasi Kemendikdasmen melesat dengan skor 92,43 dan ini jauh di atas rata-rata nasional capaian indeks reformasi di Indonesia. "Hal ini merupakan capaian prestasi kita bersama. Tantangan ke depan pasti akan lebih sulit. Untuk itu, inovasi ini terus perlu kita galakkan untuk memastikan capaian reformasi birokrasi kita memberikan dampak nyata untuk masyarakat," tegasnya.

Tahapan presentasi dan wawancara pertama dilakukan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Arie Andrasyah Isa bersama M. Syamsur Rijal. Inovasi Kamus Terpadu Sasambo yang dipaparkan meliputi berbagai aspek, yakni kejelasan masalah, solusi inovatif, kebaruan inovasi, mekanisme inovasi, dampak inovasi, manfaat bagi masyarakat, keberlanjutan inovasi, dan kolaborasi serta partisipasi. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB menekankan aspek pelayanan publik inklusi pada Kamus Terpadu Sasambo. Dengan adanya empat produk dalam satu inovasi yang terintegrasi, yaitu Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (Kadaring SIBI), kamus bergambar, aksara Braille, dan kamus bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo. Hal yang sama turut dikuatkan oleh M. Syamsur Rijal. Ia menegaskan dampak nyata adanya produk ini melalui upaya pengembangan kamus terintegrasi yang mendukung tugas dan fungsi kebahasaan dalam satu pintu dan menyediakan akses pelayanan publik, baik bagi teman abilitas maupun teman disabilitas.

Berikutnya, inovasi kedua yang dipaparkan pada kiprah ini adalah inovasi Benar-Benar Membaca-Membaca Benar-Benar (BBM-MBB). Pada kesempatan ini, Nurcholis Muslim dan Ni Made Yudiastini memaparkan berbagai dampak, manfaat, keberlanjutan, dan pelaksanaan pengembangan inovasi dalam mendukung program prioritas literasi sekolah.Nurcholis menekankan bahwa inovasi BBM-MBB ini menyasar kolaborasi siswa, guru, kepala sekolah, dan wali murid. Hal ini untuk memastikan bahwa pembelajaran literasi melalui program inovasi BBM-MBB dapat berjalan maksimal. Adapun catatan dari tim penilai bahwa seharusnya hasil inovasi tidak hanya dari segi kualitatif, tetapi juga membutuhkan data kuantitatif sebagai dasar ukuran dampak nyata dari pelaksanaan inovasi BBM-MBB. Tambahan saran lainnya adalah pengukuran data melalui survei dan data hasil pelaksanaan program sepanjang tahun 2025 dengan hasil intervensi sekolah yang lebih jelas dan akurat.

Adapun tim penilai pada tahapan Presentasi dan Wawancara Kiprah 2026 adalah Suharti (Sekretaris Jenderal, Kemendikdasmen), Abdullah Faqih (Kepala Biro OSDM, Kemendikdasmen), Muhammad Yusuf Kurniawan (Asisten Deputi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik, KemenpanRB),
dan Deasywaty (Biro Hukum dan Organisasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan).Kiprah ini bukan hanya sebagai ajang untuk memaparkan berbagai inovasi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh instansi Kemendikdasmen, tetapi juga untuk mendorong kiprah instansi dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan pelayanan publik dalam reformasi birokrasi yang berdampak nyata.