Balai Bahasa Provinsi NTB Anugerahkan Duta Bahasa Provinsi NTB Tahun 2026

Mataram, 20 Mei 2026—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Anugerah Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 sebagai puncak rangkaian pemilihan generasi muda terbaik NTB di bidang kebahasaan dan kesastraan. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Bunda Literasi Provinsi NTB, Bunda Sinta M. Iqbal, dan dihadiri oleh tamu undangan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTB.

Dalam laporan panitia, Toni Samsul Hidayat menyampaikan bahwa ajang pemilihan Duta Bahasa tahun ini diikuti oleh 20 finalis terbaik yang telah melewati serangkaian tahapan seleksi ketat. Penilaian dimulai sejak tahap 50 besar, kemudian 20 besar, hingga akhirnya penentuan para pemenang. “Berbagai tantangan dan proses penilaian telah dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi, komitmen, dan inovasi yang dimiliki para finalis,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa para peserta dinilai oleh dewan juri yang kompeten di bidang kebahasaan, kemampuan wicara, dan psikologi sehingga proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dan objektif.

Kegiatan penganugerahan turut diisi dengan sambutan Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB yang menekankan pentingnya peran Duta Bahasa sebagai perpanjangan tangan Balai Bahasa dalam menggandeng generasi muda untuk menggaungkan Trigatra Bangun Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Selain itu, para finalis juga diharapkan menjadi generasi yang mencintai sastra dan aktif menyebarkan nilai-nilai literasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas Duta Bahasa saat ini makin menantang karena harus berhadapan dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. “Tugas Duta Bahasa cukup berat karena harus bersaing dengan _AI_ dan perkembangan teknologi. Namun, tugas ini bukan hanya tugas Duta Bahasa tahun ini, melainkan juga Duta Bahasa tahun-tahun sebelumnya dan seluruh masyarakat yang memiliki kesempatan mencurahkan pemikirannya. Artinya, dukungan yang maksimal untuk anak-anak yang cemerlang harus senantiasa diberikan oleh pemangku kebijakan,” ungkapnya.

Ia menyoroti fenomena generasi muda yang merasa telah membaca hanya dengan membuka satu halaman atau satu laman digital. Padahal, literasi ialaha membaca disertai pemahaman. Hal-hal seperti inilah yang harus dipahami dan disiarkan oleh Duta Bahasa, yakni mengawal narasi baik tentang literasi dan membuat generasi muda memahami pentingnya literasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sehingga ide-ide baik banyak bermunculan untuk menjadi solusi bagi permasalahan di masyarakat.

Selain rangkaian seremoni, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan dan persembahan seni. Para Duta Bahasa menampilkan tari kolosal dengan iringan lagu “Musik Sasambo” yang menggambarkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat. Suasana makin meriah dengan nyanyian dari Ikatan Duta Bahasa 2021 yang dibawakan oleh Diva Dwipanata.

Puncak acara ditandai dengan pengumuman tiga pasang pemenang Anugerah Duta Bahasa Provinsi NTB Tahun 2026. Sebelum itu, Munjizun selaku perwakilan juri dalam sesi penyampaian pesan menerangkan bahwa proses penilaian berlangsung ketat. "Seluruhnya telah menunjukkan performa terbaik. Selisih nilai antarpeserta amat tipis. Ini menandakan kita tidak kekurangan SDM berkualitas di tanah NTB." Meskipun demikian, kompetisi tetaplah kompetisi. Enam peserta terbaik harus ditetapkan. Keenam peserta tersebut ialah

1. Tangguh Pratama Putra dan Tiwi Septiani sebagai Pemenang I;
2. Lalu Asryl Wahyu Ramdani dan Sri Annisa Septiani sebagai Pemenang II; dan
3. Sultan Adiyatma dan Carolina Shagan sebagai Pemenang III.

Pasangan Pemenang I nantinya akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional Tahun 2026. Dengan terbentuknya Duta Bahasa, Balai Bahasa Provinsi NTB berharap generasi muda makin aktif mengampanyekan literasi, bahasa, dan sastra kepada masyarakat luas.